Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS

Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3 Jadi Satu satunya Wakil PTS
Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3 Jadi Satu satunya Wakil PTS

Ekosistem tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Christoffer. Ia menyebut komunitas Jollybee, pelatihan competitive programming, serta pengalaman mengikuti ICPC sebagai ruang yang membantunya terus berkembang. Christoffer juga menyebut Albert Yulius Ramahalim, Joceline Araki, serta Maximilianus Maria Kolbe atau Coach Lie sebagai beberapa sosok yang memberikan dukungan selama perjalanan akademik dan competitive programming-nya.

Selain melalui komunitas dan pendampingan, BINUS University juga memberikan dukungan dalam bentuk training camp OCPC, serta akomodasi transportasi dan hotel untuk kebutuhan kompetisi ICPC. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan mahasiswa agar dapat terus menguji kemampuan dan memperluas pengalaman di luar ruang kelas.

Namun, perjalanan di Clash of Champions tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Christoffer menyebut stamina dan mental sebagai dua tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi. Untuk mengatasinya, ia berusaha menjaga disiplin, berdoa, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk beristirahat di tengah rangkaian kompetisi yang intens.

Sebelum mengikuti Clash of Champions, Christoffer juga telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya di BINUS University, termasuk skripsi. Hal tersebut membuatnya dapat memberikan fokus lebih besar terhadap kompetisi. Di luar CoC, ia tetap aktif mengajar Olimpiade Informatika untuk siswa SMA, yang sekaligus menjadi salah satu caranya untuk terus mempertahankan kemampuan berpikir dan problem-solving.

Perjalanan Christoffer menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran dan ekosistem di BINUS @Kemanggisan sebagai Digital Technology Campus dapat mendorong mahasiswa untuk berkembang menjadi talenta teknologi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan, berpikir kritis, dan menyelesaikan berbagai tantangan.

Pencapaian tersebut juga sejalan dengan posisi BINUS University sebagai universitas swasta No. 1 di Indonesia versi QS World University Rankings 2027, sekaligus memperkuat komitmen BINUS University dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Usai menyelesaikan perjalanan di Clash of Champions, Christoffer ingin melanjutkan langkahnya dengan bekerja di perusahaan teknologi terbaik, khususnya di bidang High Frequency Trading, sembari mempertimbangkan peluang melanjutkan studi maupun membangun perusahaan sendiri. Ia juga ingin tetap mengajar Olimpiade Informatika sebagai bagian dari upayanya untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan.

Bagi mahasiswa dan generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depannya, Christoffer menitipkan pesan mengenai pentingnya menggunakan waktu dan kesempatan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.

“Hidup adalah pilihan. Arah hidupmu ditentukan dari situ. Buat generasi muda, saran dari aku, kalian isi waktu hidupmu untuk banyak belajar dan bekerja untuk masa depan. Kurangi waktu untuk aktivitas sia-sia. Waktu tidak bisa kembali, gunakan waktu dengan baik,” pesan Christoffer.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait