JAKARTA, CILACAP.INFO – Bitcoin kembali menunjukkan penguatan dalam sepekan terakhir di tengah meningkatnya optimisme terhadap arah regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan regulasi menjadi salah satu sentimen yang turut diperhatikan pelaku pasar.
Berdasarkan data CoinMarketCap per Kamis (27/8/2026), harga Bitcoin berada di kisaran US$80.000, menguat 2,13% dalam 24 jam dan mencapai kenaikan sekitar 11,76% dalam sepekan.
Penguatan tersebut terjadi bersamaan dengan kembali menguatnya ekspektasi terhadap CLARITY Act di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump sebelumnya mendorong Kongres untuk mengesahkan versi yang dinilainya adil dari rancangan regulasi tersebut.
CLARITY Act menjadi perhatian industri karena berpotensi memberikan kejelasan mengenai klasifikasi aset kripto sekaligus pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang membentuk sentimen pasar, tetapi investor tetap perlu memperhatikan dinamika makroekonomi dan perkembangan kebijakan yang dapat memengaruhi pergerakan aset kripto.
“Penguatan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan positif terkait regulasi. Namun, investor tetap perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh karena volatilitas aset kripto masih cukup tinggi,” ujar Ryan.
Suku Bunga dan Regulasi AS Jadi Sentimen yang Perlu Dicermati
Meski Bitcoin mencatat penguatan signifikan dalam sepekan terakhir, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi arah pasar kripto pada semester II 2026.
Salah satunya adalah arah kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi perhatian karena perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dapat memengaruhi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko.
Selain faktor moneter, kondisi geopolitik dan ekonomi global juga masih menjadi sumber volatilitas. Ketidakpastian terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta potensi perubahan kebijakan dapat mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio ketika sentimen pasar berubah.
Di sisi regulasi, perkembangan CLARITY Act menjadi faktor penting yang saat ini mendapat perhatian pelaku pasar. Kejelasan mengenai klasifikasi aset kripto serta pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC dinilai dapat memberikan kepastian yang lebih besar bagi industri.
Namun, proses legislasi yang masih berjalan membuat investor tetap perlu mencermati perkembangan kebijakan sebelum menjadikan sentimen regulasi sebagai dasar keputusan investasi.
Tampilkan Semua