1. Bandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi per produk.
2. Hitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur.
3. Telusuri barang yang tidak bergerak selama enam bulan terakhir.
4. Periksa tempo pembayaran pelanggan terbesar beserta biaya yang menyertainya.
Empat langkah ini bisa dikerjakan sebelum sistem baru dibeli. Hasilnya justru menjadi bahan utama saat menyusun kebutuhan sistem.
Data yang Perlu Disiapkan Lebih Dulu
Tiga data berikut sering diminta pada pertemuan pertama:
● Daftar produk beserta harga beli dan harga jual terakhir.
● Rekap diskon dan retur selama enam bulan terakhir.
● Daftar pelanggan utama beserta tempo pembayarannya.
Partner Odoo yang berpengalaman akan menanyakan data itu lebih dulu. Pertanyaan tersebut membantu memastikan sistem menjawab masalah yang tepat.
Memperbaiki Angka Sebelum Menambah Alat
Intinya, sistem baru tidak menciptakan laba dengan sendirinya. Sistem hanya membuat kebocoran terlihat lebih cepat dan lebih jelas. Karena itu, keluhan omzet naik tapi laba menipis sebaiknya ditelusuri dulu. Perbaikannya bertahap dan menuntut kedisiplinan pencatatan di semua lini.
i2C Studio sebagai partner Odoo resmi membantu memetakan struktur biaya perusahaan. Pendampingannya menyesuaikan kebiasaan operasional yang sudah berjalan. Diskusi bersama vendor ERP pada tahap awal membantu menyusun prioritas perbaikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha
1. Mengapa laba menipis padahal penjualan meningkat?
Umumnya karena diskon, retur, dan ongkos angkut belum dibebankan secara tepat.
2. Apakah semua produk perlu dihitung marginnya?
Sebaiknya iya, sebab produk bervolume besar belum tentu menyumbang laba terbesar.
3. Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan sistem terintegrasi?
Saat pencatatan manual mulai membuat manajemen ragu pada angka laporannya sendiri.

