Indonesian Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menilai employer-supported childcare dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pekerja yang memiliki anak menjalankan tanggung jawab pekerjaan secara lebih maksimal. Dukungan tersebut juga memiliki manfaat strategis bagi perusahaan, mulai dari meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan hingga membantu mempertahankan talenta.
Dalam konteks ini, onsite daycare bukan sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan. Ketika menjadi bagian dari kebijakan workplace care yang lebih luas, childcare dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang tua tetap produktif tanpa harus mengabaikan kebutuhan anak.
iPLAY sebagai Bagian dari Kebijakan Ramah Keluarga
Bagi GCPI, childcare bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri.
Perusahaan juga menyediakan berbagai kebijakan yang mendukung orang tua, termasuk cuti melahirkan selama enam bulan, cuti ayah selama delapan minggu, cuti adopsi, cuti bagi karyawan yang mengalami keguguran atau stillbirth, bantuan finansial untuk program IVF, serta akses terhadap Employee Assistance Program (EAP).
GCPI juga menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, program reintegrasi setelah cuti melahirkan, serta dukungan perjalanan bisnis bagi orang tua yang memiliki bayi berusia 0 hingga 12 bulan dan perlu membawa pengasuh.
Di tingkat global, Godrej juga menempatkan konsep equal parenting sebagai bagian dari kebijakan perusahaan. Godrej menyediakan manfaat childcare bagi orang tua biologis maupun adopsi, cuti berbayar bagi primary caregivers, opsi kerja fleksibel setelah kembali bekerja, serta dukungan bagi secondary caregivers.
Membangun Model Berdasarkan Kebutuhan Karyawan
Pengembangan model childcare Godrej juga didasarkan pada kebutuhan karyawan.
Perusahaan menggunakan masukan dari survei karyawan dan focus group dalam mengembangkan model childcare bersama IBCWE. Perusahaan kemudian bermitra dengan Montessori Preschool and Daycare yang terakreditasi oleh Association Montessori Internationale (AMI).
Pendekatan berbasis masukan karyawan tersebut penting karena kebutuhan pengasuhan dapat berbeda antara satu tempat kerja dan tempat kerja lainnya. IBCWE sendiri menekankan bahwa solusi employer-supported childcare tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk semua perusahaan. Kebutuhan perusahaan perkantoran, manufaktur, pertambangan, perkebunan, maupun sektor lainnya dapat berbeda, sehingga dukungan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pekerja.
Dengan melibatkan karyawan sejak tahap pengembangan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bentuk dukungan yang paling relevan.
Kolaborasi untuk Mendorong Perubahan
Hadirnya iPLAY juga menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai employer-supported childcare di Indonesia.
IBCWE dan Investing in Women sebelumnya telah bekerja sama dalam mendorong perusahaan untuk mengembangkan berbagai model dukungan childcare. Pada 2024, keduanya menerbitkan panduan employer-supported childcare yang memberikan pilihan bagi perusahaan, mulai dari fasilitas penitipan anak permanen atau sementara hingga dukungan tidak langsung seperti subsidi childcare.
Tampilkan Semua
