JAKARTA, CILACAP.INFO – Komunitas relawan LP-190 SEJATI menggelar aksi sosial WOW-DAY 2: ‘Satu Langkah, Sejuta Mimpi’ di Sekolah Gajahwong, Yogyakarta. Selain menyerahkan bantuan infrastruktur fisik berkelanjutan, kegiatan ini juga mendorong kawasan Ledhok Timoho menjadi destinasi wisata alternatif yang berdampak (impactful tourism).
Komunitas relawan LP-190 SEJATI secara resmi menyelenggarakan aksi sosial bertajuk WOW-DAY 2: “Satu Langkah, Sejuta Mimpi” di Sekolah Gajahwong, Kampung Komunitas Ledhok Timoho, Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus membangun sarana infrastruktur berkelanjutan bagi anak-anak dari keluarga pemulung dan sektor informal di sepanjang bantaran sungai Gajahwong.
Melalui rangkaian gerakan sosial ini, LP-190 SEJATI tidak hanya menghadirkan momen pemberdayaan mental dan emosional bagi anak-anak marjinal, tetapi juga meresmikan penyerahan bantuan fisik yang berkelanjutan atau disebut sebagai “Legacy”. Bantuan tersebut mencakup penataan ulang ruang belajar, pembuatan perpustakaan mini, penyediaan fasilitas sanitasi dan Mandi Cuci Kakus (MCK), pembangunan saluran air bersih, serta pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak setempat.
Filosofi Arsitektur Mental : Menciptakan Core Memory Melalui 5 Pos Inti – “Jelajah Mimpi”
Acara puncak WOW-DAY 2 diawali dengan simulasi petualangan edukatif bertajuk “Jelajah Mimpi”. Dalam simulasi ini, anak-anak diajak melewati 5 Pos Utama yang dirancang khusus untuk menciptakan Core Memory ayng bermakna untuk para peserta melalui lima tahapan pemaknaan mendalam:
1. POS 1: Benih Mimpi (MENANAM)
Anak-anak diajak menanam cita-cita di pot estafet. Aktivitas ini menjadi simbol awal menyemai keberanian bermimpi di tanah tempat mereka tumbuh, menegaskan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu kecil untuk ditanam.
2. POS 2: Arus Gajahwong (MERAWAT)
Anak-anak menjalankan misi air dan memilah harta daur ulang di sekitar bantaran sungai. Pos ini mengajarkan pentingnya merawat kebersihan lingkungan tempat tinggal serta menjaga konsistensi dan daya juang dalam memelihara mimpi di tengah keterbatasan.
3. POS 3: Kanvas Raksasa (MENDEKLARASIKAN)
Anak-anak melukis mural “Kota Impian” secara kolaboratif di tembok kampung. Hal ini menjadi bentuk pendeklarasian mimpi secara terbuka dan visual, bahwa harapan anak-anak bantaran sungai berhak terlihat indah dan diakui oleh ruang publik.
4. POS 4: Panggung Profesi (MENJADI)
Anak-anak mencoba dan mengenakan atribut profesi impian mereka. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata (core memory) merasakan peran masa depan mereka, sekaligus membakar keyakinan bahwa mereka mampu menjadi apa pun yang dicita-citakan.
5. POS 5: Saung Hati (MENYALA!)
Tampilkan Semua
