Listyorini Dian Pratiwi, Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia, mengatakan, “Momentum saat ini memberikan keyakinan kepada kami bahwa target perolehan dana dari penerbitan instrumen utang berkelanjutan sebesar lebih dari Rp200 triliun pada 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Sustainable Finance Roadmap, dapat tercapai. Nilai perolehan dana dari instrumen utang berkelanjutan terus menunjukkan tren peningkatan dan sejak 2023 telah berkontribusi lebih dari 10% terhadap total nilai perolehan dana instrumen utang kami. Penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk oleh PNM tahun lalu yang menjadi terobosan baru juga menunjukkan adanya permintaan yang jelas dari pasar Indonesia terhadap peluang investasi yang berfokus pada gender. Seiring dengan terus bertumbuhnya basis investor di pasar kami, kami meyakini pasar Indonesia mampu menyerap lebih banyak penawaran instrumen utang berkelanjutan yang inovatif dengan skala lebih besar di masa mendatang.”
Prof. Shahnaz, CEO dan Founder Impact Investment Exchange (IIX), mengatakan, “Selama lebih dari dua dekade, IIX membangun infrastruktur pasar modal yang mampu menyalurkan investasi swasta untuk mendorong kesetaraan gender dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Indonesia telah lama menjadi pasar prioritas bagi kami, mengingat besarnya pasar modal nasional serta ambisi Indonesia dalam mengembangkan keuangan berkelanjutan. Penerbitan perdana Orange Bond di Indonesia, yang didorong oleh sektor korporasi, membuktikan bahwa modal tematik dapat bergerak melampaui neraca pemerintah dan masuk ke arus utama pasar. Seiring Indonesia berupaya memobilisasi Orange Capital sebesar USD10 Miliar pada 2030, kami terus bekerja bersama para mitra ekosistem, termasuk BEI, BRIDS, serta para penerbit, investor, dan regulator yang membentuk pasar ini, untuk menjalankan misi kami membangun perekonomian yang inklusif dan tangguh melalui pasar modal yang memberikan manfaat bagi semua. Roundtable ini merupakan bentuk kolaborasi yang kami butuhkan untuk mewujudkannya.”
Plt. Direktur Utama, Fifi Virgantria mengatakan, “Obligasi tematik membuka peluang besar untuk menghubungkan kebutuhan pendanaan korporasi dengan meningkatnya minat investor terhadap investasi berkelanjutan. Sebagai Joint Lead Underwriter (JLU) yang telah memimpin sejumlah penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk, termasuk untuk PNM dan FIF, BRIDS melihat langsung besarnya potensi pasar ini. Melalui kolaborasi dengan IDX dan IIX, kami berharap semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan obligasi tematik sebagai alternatif pendanaan sekaligus mempercepat terbentuknya pipeline penerbit obligasi tematik di Indonesia.”
Rangkaian acara roundtable meliputi pemaparan utama dari Bursa Efek Indonesia, sesi pengenalan Orange Bond beserta peluang pasarnya oleh IIX, serta talk show mengenai penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia yang menghadirkan BRI Danareksa Sekuritas, IIX, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Acara akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan networking.
Tampilkan Semua
