LPIXEL dan Konica Minolta Bermitra Menghadirkan AI Pendukung Diagnosis Berbasis Pencitraan Medis “EIRL” di ASEAN

LPIXEL dan Konica Minolta Bermitra
LPIXEL dan Konica Minolta Bermitra

JAKARTA, CILACAP.INFO – LPIXEL Inc. (kantor pusat: Chiyoda-ku, Tokyo; Direktur Perwakilan dan CEO: Tomihisa Kamada; selanjutnya disebut “LPIXEL”) telah menandatangani perjanjian distribusi dengan Konica Minolta, Inc. (kantor pusat: Chiyoda-ku, Tokyo; Presiden dan CEO: Toshimitsu Taiko; selanjutnya disebut “Konica Minolta”) untuk memasarkan seri AI pendukung diagnosis berbasis pencitraan medis “EIRL” yang dikembangkan oleh LPIXEL di pasar Asia Tenggara.

Dalam kemitraan ini, Konica Minolta akan memanfaatkan jaringan penjualan globalnya yang kuat untuk mulai memasarkan lini produk EIRL di Vietnam, Indonesia, dan Thailand.

Langkah ini akan mendukung fasilitas kesehatan setempat dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas diagnosis berbasis pencitraan medis.

Konica Minolta menyediakan peralatan dan layanan medis di Asia dan pasar berkembang lainnya, serta memiliki rekam jejak dalam penerapan sistem sinar-X dan PACS (Picture Archiving and Communication Systems) yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Dengan mengombinasikan solusi Konica Minolta dan seri EIRL, kemitraan ini akan semakin memperkuat alur kerja diagnosis berbasis pencitraan medis serta membantu mengurangi beban kerja tenaga kesehatan.

EIRL telah memperoleh persetujuan regulatori sebagai alat kesehatan di enam negara ASEAN, yaitu Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina (*1).

Dengan pencapaian terbaru ini, LPIXEL akan mempercepat ekspansi internasionalnya bersama para mitra distribusi, menuju masa depan ketika AI medis menjadi bagian standar dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia.

*1 Referensi: Siaran pers tertanggal 16 April 2026, “Seri AI Pencitraan Medis ‘EIRL’ dari LPIXEL Memperoleh Persetujuan Regulatori di Enam Pasar ASEAN”

https://lpixel.net/en/news/press-release/2026/10051/

Latar Belakang: Menangani Kekurangan Dokter dan Kesenjangan Akses Layanan Kesehatan di Asia Tenggara

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, perluasan infrastruktur kesehatan telah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Secara khusus, kesenjangan akses layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta kekurangan dokter yang berlangsung secara kronis, menjadi permasalahan sosial yang serius.

Jika dibandingkan dengan Jepang yang memiliki 2,61 dokter per 1.000 penduduk, Thailand hanya memiliki 0,93 dokter, Vietnam 0,83 dokter, dan Indonesia 0,70 dokter. Jumlah tersebut hanya sekitar sepertiga dari tingkat Jepang (*2).

Dalam kondisi tersebut, kekurangan dokter spesialis radiologi yang menangani diagnosis berbasis pencitraan medis bahkan lebih serius.

Meskipun deteksi dini penyakit pernapasan seperti tuberkulosis sangat penting, beban pembacaan citra medis yang ditangani oleh setiap dokter telah mencapai batas kapasitas.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version