Salah satu implementasinya dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan secara real-time. Kehadiran JMTC memberikan dampak positif langsung bagi pengguna jalan, yang kini dapat merasa lebih aman dan nyaman sepanjang perjalanan karena seluruh kondisi dan data lalu lintas di lajur tol telah terintegrasi secara menyeluruh demi mempercepat waktu respons tindakan serta penanganan kendala darurat di lapangan.
Di kesempatan terpisah, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali hadir sebagai narasumber dalam acara Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC, pada Rabu (01/07) lalu. Kedua tokoh nasional tersebut membedah strategi mendalam mengenai tema “Up-scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems”.
“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang,” jelas Prof. Mohammed Ali Berawi.
Di samping mengoptimalkan JMTC, Jasa Marga terus meningkatkan layanan personalisasi untuk menjawab kebutuhan dan harapan pengguna jalan melalui aplikasi Travoy. Seluruh informasi yang dikelola JMTC juga dapat diakses pengguna jalan melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada bulan Juli 2027 dengan lebih dari 130 ribu user.
“Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy,” ujar Prof. Rhenald Kasali.
Selain itu, Jasa Marga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133 yang memperoleh predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025.
Jasa Marga juga merejuvenasi rest area sehingga tidak hanya sebagai tempat singgah (transit area), tetapi menjadi destinasi (destination area) yang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.
Tampilkan Semua
