Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan BINUS dapat dirasakan secara lebih luas oleh mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih dekat untuk mengakses pendidikan tinggi yang diakui secara global tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Namun, akses pendidikan yang lebih luas perlu dibarengi dengan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI). Berbagai survei global bahkan memproyeksikan bahwa hampir 39% keterampilan pekerja akan mengalami perubahan pada tahun 2030 akibat perkembangan AI.
Menurut Dr. Nelly, perkembangan teknologi tersebut menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan beradaptasi terhadap perubahan.
“Perkembangan AI yang semakin pesat mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya mengajarkan pemanfaatan teknologi, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, penalaran yang kuat, serta pemahaman konteks yang diperlukan agar teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan dampak positif,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, seluruh Kampus Daerah BINUS didukung oleh Digital Transformation & AI Experience Ecosystem yang mengintegrasikan pemahaman AI ke dalam proses pembelajaran secara relevan sesuai bidang studi masing-masing. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan problem solving, kreativitas, dan kolaborasi yang semakin dibutuhkan di dunia profesional.
Proses belajar mengajar juga didukung oleh berbagai platform digital yang terintegrasi dalam ekosistem BINUS, mulai dari BINUSMAYA sebagai platform pembelajaran pintar, Crowdbees sebagai platform crowdsourcing talenta, Beelingua untuk pengembangan kemampuan bahasa, Neksus sebagai jaringan profesional, Beemine sebagai portal pengembangan mahasiswa, hingga pemanfaatan Generative AI dalam berbagai aktivitas akademik. Seluruh ekosistem ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi masa depan.
Mengenai kesiapan ekosistem tersebut, Dr. Nelly menambahkan bahwa berbagai platform digital yang dihadirkan BINUS bertujuan membantu mahasiswa membangun kebiasaan berkolaborasi dan berinovasi sejak masa perkuliahan.
“Integrasi ekosistem digital seperti BINUSMAYA, Crowdbees, hingga pemanfaatan Generative AI secara tepat di lingkungan kampus dirancang untuk membentuk kebiasaan mahasiswa dalam berkolaborasi dan berinovasi di lingkungan kerja yang serba digital,” tutup Dr. Nelly.
Dengan memadukan kualitas akademik yang diakui secara global, pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, serta ekosistem pembelajaran digital yang relevan dengan perkembangan industri, BINUS University terus berupaya membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang semakin dinamis.
Tampilkan Semua
