DENPASAR, CILACAP.INFO – Pemerintah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, Bali yang ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu implementasi awal percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) yang diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan energi nasional.
Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pembangunan PSEL merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, serta sinergi lintas sektor. Menurutnya, secara nasional PSEL diproyeksikan mampu menangani sekitar 22 persen persoalan sampah di Indonesia.
“Selama ini sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pemprosesan akhir (TPA). Melalui pembangunan PSEL, kita tidak hanya mengurangi beban sampah yang menumpuk, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi. Ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa PSEL Denpasar Raya dirancang memiliki kapasitas pengolahan 1.400 ton sampah per hari. Masa konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar 18 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Selain menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Denpasar Raya, proyek ini juga diharapkan menjadi model pengembangan fasilitas waste to energy di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam mendukung percepatan pembangunan proyek tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) mengambil peran strategis melalui pelaksanaan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Land Investigation sebagai bagian dari tahapan persiapan proyek. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis proyek, khususnya terkait kuantitas, kualitas, dan karakteristik sampah yang akan digunakan sebagai bahan baku (feedstock) fasilitas PSEL.
Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa pada Program PSEL Batch 1, PT Danantara Investment Management (DIM) berkolaborasi dengan SUCOFINDO untuk melaksanakan WAC di sejumlah wilayah aglomerasi prioritas, termasuk Bali.
“Di Bali, kajian dilakukan di TPA Suwung yang melayani Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai sumber utama timbulan sampah yang menjadi basis perencanaan proyek PSEL. Melalui kegiatan WAC, SUCOFINDO melakukan pengukuran timbulan sampah harian, analisis komposisi sampah, serta pengujian karakteristik sampah yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Seluruh pengujian dilakukan menggunakan metodologi dan standar yang diakui secara nasional maupun internasional untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Tampilkan Semua