Diskusi juga mencakup strategi konten khusus untuk platform seperti Instagram dan TikTok, pentingnya membuat hook yang kuat, memanfaatkan tren yang sedang berkembang, serta melakukan analisis kompetitor untuk meningkatkan performa konten.
Selain itu, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai deteksi konten AI oleh platform media sosial, penjadwalan konten, dan peluang otomatisasi dalam proses pembuatan konten digital.
Mendorong Lahirnya Kreator Digital di Aceh
Sebagai bagian dari sesi praktik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang konsep merek dan strategi eksekusi media sosial mereka sendiri. Hasil dari setiap kelompok akan dikumpulkan dan disusun menjadi portofolio bersama sebagai bahan pembelajaran dan tindak lanjut program.
“Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak talenta kreatif dan content creator di Aceh yang tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga memahami strategi dan etika dalam penggunaannya. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.
Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program literasi digital dan pengembangan keterampilan di bidang kecerdasan buatan, pemasaran digital, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Aceh.


