Fitur ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengelola arus kas secara lebih tertata, efisien, dan transparan sehingga operasional bisnis dapat berjalan lebih optimal.
Dalam sesi pemaparannya, Financial Planner Lolita Setyawati menekankan bahwa financial wellness di era digital menjadi semakin penting karena kemudahan bertransaksi dan akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan perencanaan yang disiplin.
Menurutnya, kondisi keuangan yang sehat dimulai dari kemampuan menentukan prioritas, menyusun anggaran yang realistis, membangun kebiasaan menabung secara konsisten, serta mempersiapkan dana darurat dan tujuan keuangan jangka panjang sejak dini.
Di sisi lain, Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya, M. Farhad, menjelaskan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan finansial yang lebih baik apabila didukung oleh fitur yang mudah digunakan dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menilai bahwa pengelolaan keuangan kini perlu menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat dan produktif. Karena itu, melalui Aplikasi Raya, Bank Raya menghadirkan layanan yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu nasabah mengatur keuangan sesuai tujuan, mulai dari kebutuhan harian, tabungan, dana darurat, hingga pengelolaan usaha.
M. Farhad menjelaskan “Melalui fitur Saku Bisnis di Aplikasi Raya, kami ingin membantu para pelaku usaha mengelola keuangan bisnis dengan lebih disiplin melalui pemisahan dana usaha dan pribadi. Dengan pengelolaan arus kas yang lebih rapi dan mudah dipantau, kami berharap pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.
“Bank Raya meyakini bahwa literasi keuangan yang dibarengi dengan akses terhadap solusi keuangan digital yang tepat dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Melalui berbagai inovasi layanan dan program edukasi seperti Inspiraya, kami ingin terus memperluas peran dalam mendukung masyarakat agar semakin cakap secara finansial, lebih tenang dalam merencanakan masa depan, serta semakin produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun usahanya.” tegas Ajeng.


