Melalui skema kemitraan ini, potensi transaksi sebesar Rp 2,2 miliar tersebut ditargetkan dapat segera terealisasi secara bertahap.
Dalam jangka panjang, program kolaboratif ini tidak hanya diproyeksikan untuk memperluas skala usaha dan kapasitas produksi pelaku mikro, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis umat dan kerakyatan.
Di sisi lain, Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembang dan Pelatihan, Bambang Sutrisno menegaskan bahwa Business Matching ini menjadi jembatan konkret (concrete bridge) untuk memecah tantangan akses pasar yang sering dihadapi pelaku usaha mikro.
“Keberhasilan pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada seremonial pelatihan, melainkan harus bermuara pada akses pasar yang berkelanjutan. Potensi transaksi sebesar Rp 2,2 miliar ini membuktikan produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki daya saing tinggi. Kami akan mengawal proses lanjutan dari Letter of Intent (LoI) hingga terwujudnya sales contract sehingga terciptanya kemitraan jangka panjang yang inklusif,” ujarnya.
About Kementerian UMKM
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) adalah lembaga pemerintah Republik Indonesia yang secara khusus bertugas merumuskan kebijakan, memberikan pendampingan, serta memfasilitasi akses permodalan, teknologi, dan pasar bagi para pelaku usaha berskala mikro, kecil, dan menengah LP UMKM PP Muhammadiyah: Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah adalah lembaga di bawah pimpinan Muhammadiyah yang bertugas mengembangkan dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan Muhammadiyah.
LP-UMKM ini memiliki peran strategis dalam membantu UMKM naik kelas, berkontribusi pada perekonomian nasional, serta mewujudkan ekonomi yang berkeadilan dan beretika.
Tampilkan Semua

