Alih-alih mengimpor arsitektur digital dari luar kawasan, ASEAN memiliki kesempatan untuk mengembangkan inovasi yang lahir dari kawasan itu sendiri.
Implikasinya bahkan meluas ke negara-negara Global South.
Banyak negara berkembang menghadapi tantangan yang serupa, mulai dari populasi yang besar, urbanisasi yang cepat, infrastruktur yang tidak merata, hingga ekosistem digital yang terfragmentasi.
Yang mereka butuhkan bukanlah platform digital global baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan pelaku usaha lokal untuk berinovasi.
Dalam konteks ini, kerja sama Indonesia dan India menawarkan model baru bagi negara-negara berkembang, yaitu model yang dibangun atas dasar pembelajaran bersama, pertukaran pengetahuan, dan penciptaan solusi secara kolaboratif.
Nilai Sesungguhnya dari Kemitraan Indonesia dan India
Nilai jangka panjang kerja sama Indonesia dan India tidak seharusnya diukur hanya dari jumlah perjanjian yang ditandatangani atau proyek teknologi yang diluncurkan.
Makna yang sesungguhnya terletak pada kemampuan kedua negara mempercepat transformasi ekonomi digital.
India menghadirkan pengalaman implementasi yang diperoleh melalui bertahun-tahun eksperimen.
Indonesia menghadirkan sektor keuangan yang dinamis, sistem pembayaran digital yang berhasil, semangat kewirausahaan, serta salah satu pasar konsumen terbesar di Asia.
Kedua kekuatan tersebut saling melengkapi.
Yang paling penting, kemitraan ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi digital, aset paling berharga yang dapat dipertukarkan antar negara bukan lagi teknologi.
Melainkan pengalaman.
Teknologi pada akhirnya akan usang. Pengetahuan terus bertambah. Setiap pelajaran mengurangi ketidakpastian. Setiap pengalaman implementasi menurunkan biaya masa depan.
Karena itulah kolaborasi menjadi sangat penting.
Penutup
Masa depan ekonomi digital Indonesia tidak akan ditentukan semata-mata oleh jumlah aplikasi yang dikembangkan, seberapa besar investasi kecerdasan buatan, atau seberapa banyak layanan digital yang tersedia.
Semua hal tersebut penting, tetapi hanya merupakan lapisan yang terlihat dari transformasi.
Transformasi yang lebih mendasar terletak pada infrastruktur yang tidak terlihat, yakni infrastruktur yang memungkinkan organisasi berkolaborasi, berinovasi, dan menciptakan model bisnis baru.
Public Digital Infrastructure adalah fondasi tersebut.
Ia memungkinkan bank berkembang melampaui layanan keuangan. Ia memungkinkan perusahaan telekomunikasi menjadi ekosistem digital.
Tampilkan Semua

