Bank Neo Commerce secara konsisten memberikan literasi keuangan bagi masyarakat, dengan membahas segala macam aspek, termasuk waspada terhadap penipuan digital.”
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penanganan penipuan oleh Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 s.d. 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan.
Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran.
Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp386,5 miliar.
Dalam sesi paparan pada kegiatan literasi keuangan, Fraud Operations Head PT Bank Neo Commerce Tbk, Vicky Valentino Frickel mengatakan, “Di era digital yang semakin canggih ini, banyak celah yang digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan digital.
Beberapa diantaranya dan banyak kasus terjadi mereka menggunakan modus penipuan dengan menggunakan suara Artificial Intelligence (AI), video call dengan menggunakan pengubah wajah, deepfake dan voice cloning, serta beragam modus lainnya seperti phising yang sangat umum dilakukan.
Sebagai pengguna teknologi, utamanya aplikasi-aplikasi terkait keuangan, kita harus paham beragam modus yang digunakan oleh scammers yang mencoba menipu kita.
Penting untuk memahami modus, ciri-ciri, kejahatan siber sehingga kita bisa dengan mudah untuk mengenali dan menghindarinya, agar terhindar dari kerugian.”
BNC menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bersama HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini juga dalam rangka mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026, serta dalam rangka menyemarakkan Bulan Literasi Keuangan yang dicanangkan oleh OJK.
“Ke depan, Bank Neo Commerce akan selalu berkomitmen untuk terus memberikan edukasi terkait keuangan kepada khalayak luas, dan menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi sehingga jangkauannya akan lebih luas lagi.
Kami berterima kasih kepada HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mau bekerja sama untuk turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, dan dalam konteks ini terhadap mahasiswa,” tutup Vicky.
Bank Neo Commerce juga menyediakan berbagai kanal informasi dan panduan terkait serba serbi keuangan, baik terkait menabung, investasi hingga menyangkut keamanan digital yang dapat diakses melalui situs resmi, akun media sosial resmi bank, dan neobank, aplikasi milik BNC.
Hal ini sejalan dengan kampanye yang tengah digalakkan oleh OJK yaitu GENCARKAN 2026.
Nasabah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai informasi yang terdapat di berbagai kanal yang disediakan Bank Neo Commerce tersebut guna meningkatkan pemahaman tentang berbagai aspek terkait keuangan, diantaranya terkait pengelolaan keuangan dan meingkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan keuangan di era digital.
Tampilkan Semua
