Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang

Lovina untuk Slow Traveler
Lovina untuk Slow Traveler

BALI, CILACAP.INFO – Inilah yang Lovina tawarkan di luar tur lumba-lumba, dan kenapa pelancong slow travel mulai menaruh perhatian pada bagian Bali ini.

Tanya kebanyakan wisatawan yang pertama kali ke Lovina kenapa mereka datang, dan jawabannya biasanya lumba-lumba.

Perjalanan perahu di pagi buta, air yang tenang, melihat lumba-lumba bergerak di teluk saat matahari terbit, itu adalah pengalaman yang benar-benar bagus dan daya tarik paling dikenal di kawasan ini.

Tapi sesuatu terjadi pada banyak pengunjung setelah perahu-perahu itu kembali. Sisa hari terbuka begitu saja, ritme Lovina mulai terasa, dan jenis perjalanan yang berbeda pun menjadi mungkin.

Tidak ada beach club di sini, tidak ada kemacetan lalu lintas, tidak ada tekanan untuk mengisi setiap jam.

Ritme Bali Utara berbeda dari selatan, dan perbedaan itulah yang sebenarnya membuat orang memilih untuk tinggal lebih lama.

Inilah yang Lovina tawarkan di luar tur lumba-lumba, dan kenapa pelancong slow travel mulai menaruh perhatian pada bagian Bali ini.

Lovina Setelah Perahu Pagi Kembali

Perahu lumba-lumba berangkat sebelum matahari terbit dan kembali sekitar pukul 08.00. Setelah itu, Lovina kembali ke ritmenya yang alami.

Pantai di sini berpasir hitam dengan air yang tenang karena swell Samudra Hindia dipatahkan oleh karang di lepas pantai, membuat airnya jauh lebih jinak dibanding Bali Selatan.

Pertengahan pagi adalah saat kawasan ini paling jujur menampilkan dirinya. Warung lokal sudah buka, aktivitas jalanan mencerminkan kehidupan sehari-hari bukan pariwisata, dan beberapa kafe di sepanjang jalan utama cukup sepi untuk berpikir jernih.

Bagi wisatawan yang datang dari Seminyak atau Ubud, ketiadaan tingkat kebisingan dan kepadatan komersial tertentu langsung terasa.

Ini bukan tempat untuk orang yang membutuhkan stimulasi. Ini adalah tempat untuk orang yang membutuhkan sebaliknya.

Pemandian Air Panas Banjar

Air Panas Banjar, sekitar 10 hingga 12 kilometer dari pusat Lovina, adalah rangkaian kolam air panas alami bertingkat yang terletak di lereng bukit yang rindang.

Suhu air secara konsisten hangat dari aktivitas vulkanik alami, dan kolam-kolamnya menarik secara arsitektur: pancuran batu berukir mengalirkan air ke kolam atas, yang kemudian meluap ke tingkat bawah melalui bebatuan tradisional Bali.

Sebuah pura Buddha berdiri di samping mata air, menambahkan lapisan makna budaya yang membuat kunjungan ini terasa lebih dari sekadar objek wisata.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait