Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject

Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject
Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject

JAKARTA, CILACAP.INFO – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), automation, dan digital transformation kini semakin mengubah cara industri keuangan dan akuntansi bekerja.

Profesi akuntan yang sebelumnya identik dengan pembukuan dan administrasi keuangan kini berkembang menjadi mitra strategi bisnis yang dituntut memiliki kemampuan literasi teknologi, berpikir analitis, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Transformasi ini mendorong perusahaan untuk mencari lulusan akuntansi yang tidak hanya memahami laporan keuangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ekosistem digital dan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Perubahan tersebut juga mulai memengaruhi cara orang tua dan calon mahasiswa memandang pendidikan tinggi.

Di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat, muncul pertanyaan mengenai relevansi jurusan akuntansi di masa depan serta bagaimana institusi pendidikan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Kebutuhan terhadap talenta akuntansi yang memahami teknologi pun terus meningkat. Deloitte Center for Controllership mencatat lebih dari 80 persen profesional finance dan accounting percaya bahwa AI akan menjadi tools utama dalam profesi accounting dalam lima tahun ke depan.

Sementara itu, studi KPMG Digitalization in Accounting 2025/2026 menunjukkan 53 persen perusahaan telah menggunakan AI dalam accounting atau sedang mempersiapkan implementasinya.

Sejalan dengan itu, adopsi teknologi di sektor ini juga terus meningkat secara signifikan. Data dari Intuit 2025 Technology Survey menunjukkan bahwa 64 persen accounting firms berencana meningkatkan investasi pada AI dalam satu tahun ke depan, sementara 95 persen telah mengotomatisasi setidaknya satu fungsi operasional mereka.

Di sisi lain, penelitian “Future-Ready Digital Skills in the AI Era” menemukan adanya kesenjangan keterampilan yang cukup signifikan antara kebutuhan industri accounting dan kesiapan lulusan, terutama pada aspek digital capability, AI literacy, dan technology-related competencies.

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan satu hal yang semakin jelas: transformasi di industri akuntansi tidak hanya terjadi pada level teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang akan mengisinya di masa depan.

Menjawab perubahan tersebut, BINUS University melalui School of Accounting menghadirkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan accounting dan technology secara relevan dengan kebutuhan industri global saat ini, dengan fokus pada industry relevance dan future-ready capabilities.

Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons.), Ph.D., CSRS, CSRA., CMA., Cert.DA., menyampaikan bahwa perubahan industri ini menuntut perguruan tinggi untuk ikut beradaptasi dalam cara mendidik mahasiswa.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait