Adapundi Dorong Mahasiswa Makassar Bijak Kelola Keuangan Digital

Ilustrasi Berita (Sumber: Adapundi)
Ilustrasi Berita (Sumber: Adapundi)

Melalui kegiatan literasi keuangan di Universitas Hasanuddin Makassar, Adapundi memberikan edukasi mengenai cara cerdas mengelola keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya perencanaan finansial sejak dini. Apriliana Situmorang, Brand & Digital Marketing Manager Adapundi, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai keuangan digital perlu terus diperbarui, khususnya oleh generasi muda yang aktif menggunakan layanan berbasis teknologi.

“Sebagai generasi muda, kita perlu update dengan literasi keuangan karena itu bagian dari bagaimana kita mengatur perjalanan keuangan digital,” ujar Apriliana Situmorang.

Mahasiswa Diedukasi Mengenai Kredit Skoring dan Dampaknya bagi Masa Depan

Salah satu topik utama dalam kegiatan ini adalah pemahaman mengenai kredit skoring.  Materi tersebut membahas faktor-faktor yang memengaruhi kelayakan kredit, serta dampaknya terhadap masa depan keuangan seseorang. Adapundi menekankan bahwa rekam jejak kredit bukan hanya berkaitan dengan akses pendanaan, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami pentingnya membayar kewajiban tepat waktu, menghindari penggunaan pinjaman secara berlebihan, serta menjaga reputasi finansial sejak dini.

Di dalam materi, Apliana Situmorang menyampaikan bahwa menjaga skor kredit jadi hal penting bagi para mahasiswa, yang ke depan akan memasuki dunia kerja. “Setelah ini kalian sebagai generasi muda akan masuk dunia kerja, dan perlu dipahami sekarang beberapa perusahaan mempertimbangkan skor kredit sebelum merekrut karyawan”, jelas Apriliana Situmorang.

Pentingnya Memilih Pinjaman Daring Legal OJK

Selain membahas pengelolaan keuangan dan kredit skoring, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai cara memilih layanan pinjaman daring yang baik. Mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya menggunakan pinjaman daring legal OJK agar terhindar dari risiko layanan ilegal yang dapat merugikan pengguna. Dalam sesi QnA Apriliana Situmorang turut memberikan edukasi mengenai prosedur penagihan pada pinjaman daring legal. Ia menjelaskan bahwa praktik penagihan pada platform legal telah diatur oleh OJK, sehingga pengguna perlu memahami hak dan kewajibannya sebelum mengajukan pendanaan. Edukasi ini menjadi semakin relevan karena masih banyak masyarakat yang belum dapat membedakan layanan pinjaman daring legal dan ilegal, serta bagaimana sebenarnya praktik penagihan pada pinjaman legal yang sepenuhnya telah diatur dan perlu ditaati oleh setiap penyelenggara fintech.

Adapundi Dorong Pemanfaatan Fintech secara Bijak dan Produktif

Dalam kegiatan literasi ini, Adapundi juga memperkenalkan perannya dalam mendukung kebutuhan pendanaan masyarakat. Adapundi tidak hanya hadir untuk membantu kebutuhan pendanaan konsumtif yang bertanggung jawab, tetapi juga mendukung akses pendanaan bagi pelaku UMKM. Dengan pemanfaatan yang tepat, layanan fintech dapat membantu masyarakat memperoleh akses keuangan yang lebih mudah, cepat, dan terukur. Dengan pemanfaatan yang tepat, layanan fintech dapat membantu masyarakat memperoleh akses keuangan yang lebih mudah, cepat, dan terukur. Namun, akses tersebut perlu diiringi dengan literasi keuangan yang memadai agar pengguna dapat memahami kapan perlu meminjam, berapa jumlah yang sesuai kemampuan, dan bagaimana mengatur pembayaran agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Adapundi memandang bahwa pertumbuhan industri pinjaman daring perlu ditopang oleh  kualitas pengguna yang semakin baik. Karena itu, kegiatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam menekan risiko kredit sekaligus membangun perilaku finansial yang lebih sehat.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait