Pada periode tersebut, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar. Kinerja ini turut didorong oleh peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 4,87% pada Kuartal I 2025 menjadi 5,78% pada Kuartal I 2026 atau meningkat 91 basis poin secara tahunan, seiring optimalisasi aset produktif dan efisiensi biaya dana.
Dalam rangka menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, Bank Raya terus memperbesar kontribusi bisnis digital terhadap keseluruhan portofolio kredit. Hingga Kuartal I 2026, porsi kredit digital meningkat menjadi 46% dibandingkan 32% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan menargetkan porsi kredit digital dan simpanan digital akan terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2026.
Penyaluran kredit digital tercatat mencapai Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% secara tahunan, sementara outstanding kredit digital meningkat 33,1% menjadi Rp3,14 triliun.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi digital yang dijalankan Bank Raya, khususnya dalam memperluas ekosistem digital dan meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah.
Salah satu produk unggulan Bank Raya, Pinang Dana Talangan, terus menunjukkan performa yang positif. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp7,25 triliun atau tumbuh 33,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Outstanding produk ini juga meningkat 63,0% menjadi Rp1,15 triliun dan telah dimanfaatkan oleh sekitar 52 ribu Agen BRILink serta Agen Gadai.
Bagus mengatakan, “Kami optimis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa tahun 2026. Optimisme ini tentunya didukung oleh perkuatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.”
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah melalui produk giro dan tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2% secara tahunan.
Digital Saving menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 63,9% menjadi Rp2,30 triliun. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital Bank Raya di tengah upaya Perseroan memperluas literasi dan inklusi keuangan digital.
Kondisi likuiditas Perseroan juga tetap terjaga kuat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 81,64%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 442,55%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 164,71%, seluruhnya berada di atas ketentuan minimum regulator.
Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 41,80% pada Maret 2026, mencerminkan posisi permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Tampilkan Semua
