JAKARTA, CILACAP.INFO – Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan hari Jumat (5/6/2026).
Meskipun sempat mengalami kenaikan dalam beberapa sesi sebelumnya, tren utama yang terbentuk di pasar masih mengarah ke bawah.
Analisis Dupoin Futures oleh Geraldo Kofit menunjukkan bahwa XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, sehingga peluang penurunan lanjutan masih perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.
Dari sisi teknikal, harga emas saat ini belum mampu keluar dari tekanan yang muncul setelah fase koreksi naik atau secondary trend berakhir.
Kondisi tersebut terlihat dari pergerakan harga yang kembali tertahan di area Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga.
Ketidakmampuan emas menembus area resistance tersebut menjadi sinyal bahwa kekuatan pembeli masih belum cukup besar untuk mengubah arah tren yang sedang berlangsung.
Sebaliknya, tekanan dari pihak penjual masih terlihat dominan dan membuat harga kembali bergerak turun setelah sempat mencoba menguat.
Menurut analisis Dupoin Futures, kondisi ini diperkuat oleh terbentuknya swing high baru pada grafik H4.
Dalam analisis teknikal, terbentuknya swing high setelah fase kenaikan biasanya menjadi tanda bahwa pasar masih berada dalam tren turun.
Artinya, setiap kenaikan yang terjadi sejauh ini masih lebih banyak dimanfaatkan sebagai momentum jual dibandingkan awal terbentuknya tren naik baru.
Tekanan bearish tersebut terlihat semakin jelas pada sesi perdagangan pagi ketika harga bergerak turun dengan cukup cepat.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat jual masih mendominasi pasar dan belum ada sinyal kuat yang mengindikasikan perubahan tren dalam waktu dekat.
Sementara itu, indikator stochastic juga masih memberikan sinyal yang sejalan dengan pergerakan harga. Indikator ini bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual.
Walaupun area oversold sering dianggap sebagai wilayah yang berpotensi memicu rebound, kondisi saat ini menunjukkan bahwa momentum penurunan masih cukup kuat dan belum memberikan konfirmasi pembalikan arah yang signifikan.
Selama harga tetap bergerak di bawah area resistance yang dibentuk oleh MA 21 dan MA 50, skenario pelemahan masih menjadi fokus utama pasar.
Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung akan tetap berhati-hati dan menunggu sinyal teknikal yang lebih kuat sebelum mempertimbangkan peluang pembalikan tren.
Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga emas.
Tampilkan Semua