JAKARTA, CILACAP. INFO – Banyak orang masih berpikir bahwa investasi hanya dapat dilakukan setelah memiliki pendapatan yang besar atau situasi keuangan yang sangat stabil.
Akibatnya, sejumlah individu menunda untuk berinvestasi selama bertahun-tahun karena merasa belum memiliki cukup dana.
Sebenarnya, investasi tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar. Yang lebih penting adalah mengembangkan kebiasaan untuk menyisihkan sebagian uang secara teratur dan memahami tujuan keuangan yang ingin dicapai.
Oleh karena itu, pertanyaan mengenai waktu terbaik untuk mulai berinvestasi tidak memiliki jawaban yang sama untuk setiap orang.
Semakin Awal Memulai, Semakin Lama Waktu yang Dimiliki
Salah satu manfaat memulai investasi di usia muda adalah mendapatkan waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan finansial.
Contohnya, di usia 20-an, orang biasanya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan di masa depan seperti dana untuk pernikahan, pendidikan lanjutan, kendaraan, hingga pembelian rumah pertama.
Dengan waktu yang lebih lama, individu dapat secara bertahap membangun portofolio investasi sesuai dengan kemampuan keuangan mereka.
Selain itu, memulai lebih dini juga membantu terbentuknya kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin untuk jangka panjang.
Tidak Ada yang Terlambat untuk Memulai Investasi
Walaupun banyak pakar keuangan menyarankan untuk mulai berinvestasi secepat mungkin, bukan berarti mereka yang baru memulai di usia 30 atau 40 tahun kehilangan peluang.
Setiap tahap kehidupan memiliki tujuan keuangan yang beragam. Di usia 30-an, fokus investasi sering kali berkaitan dengan kebutuhan keluarga, pendidikan anak, atau persiapan untuk pensiun.
Sementara itu, di usia yang lebih dewasa, investasi dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga nilai aset dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Hal yang paling penting adalah menyesuaikan pendekatan investasi dengan keadaan keuangan, tujuan, dan profil risiko yang dimiliki tiap individu.
Dana Darurat Tetap Jadi Prioritas
Sebelum memulai investasi, sangat penting untuk memastikan bahwa kondisi keuangan dasar sudah dalam keadaan yang baik. Salah satu langkah yang disarankan adalah menyiapkan dana darurat terlebih dahulu.
Dana darurat berfungsi untuk mengatasi kebutuhan mendesak tanpa mengganggu dana investasi yang sudah dipersiapkan untuk tujuan tertentu.
Di samping itu, memiliki pengelolaan keuangan yang lebih teratur juga memungkinkan seseorang untuk berinvestasi dengan lebih nyaman dan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Memulai Investasi Kini Makin Mudah
Perkembangan dalam layanan keuangan digital membuat akses ke berbagai produk investasi semakin simpel. Masyarakat kini bisa mengeksplorasi pilihan investasi yang ada dan memulai sesuai dengan kemampuan finansial mereka melalui aplikasi digital.
Dengan menggunakan bank yang menawarkan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat mengakses produk Reksa Dana langsung melalui aplikasi.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mulai berinvestasi secara lebih mudah sesuai dengan tujuan dan profil risiko mereka masing-masing.
Tidak ada batasan usia untuk mulai berinvestasi. Namun, semakin cepat seseorang memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan membangun kebiasaan dalam berinvestasi, semakin banyak waktu yang dimiliki untuk merencanakan berbagai kebutuhan finansial di masa depan.
*
Jika ingin belajar tentang produk Reksa Dana, kamu dapat mengeceknya di neobank di PlayStore atau App Store. Temukan informasi lebih lanjut dan terkini di link Reksa Dana atau https://s. id/igneoreksadana.
Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan dari bank.
Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon investor perlu membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
PT Bank Neo Commerce Tbk telah mendapatkan izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank yang terlibat dalam jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


