Perubahan ini dipandang sebagai langkah penting karena menempatkan industri digital assets lebih dekat dengan ekosistem keuangan formal serta pengawasan institusional yang lebih matang.
Di saat yang sama, OJK juga mulai merilis daftar resmi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital di bawah pengawasan regulator, memberikan sinyal bahwa Indonesia mulai membangun struktur industri yang lebih jelas dan siap berkembang dalam jangka panjang.
Perkembangan tersebut turut mengubah cara banyak perusahaan global memandang Indonesia.
Ketika Industri Mulai Bergerak Lebih Matang
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, Jakarta mulai memainkan peran yang semakin penting dalam perbincangan industri di tingkat regional.
Momentum tersebut menjadi salah satu latar belakang Indonesia Blockchain Week 2026 yang akan berlangsung pada 12 hingga 13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center .
Sebagai salah satu konferensi blockchain dan Web3 terbesar di kawasan, Indonesia Blockchain Week 2026 akan mempertemukan regulator, investor, founder, developer, institusi, dan perusahaan teknologi dari berbagai negara untuk membahas arah perkembangan industri digital regional, mulai dari tokenisasi aset dan integrasi AI hingga enterprise adoption dan digital infrastructure.
Dalam beberapa tahun ke depan, persaingan industri Web3 kemungkinan tidak lagi ditentukan hanya oleh siapa yang memiliki teknologi paling canggih.
Yang akan semakin menentukan adalah kesiapan ekosistem, regulasi, dan kemampuan suatu negara untuk menerjemahkan inovasi digital menjadi implementasi yang nyata.
Di tengah perubahan tersebut, Indonesia mulai menunjukkan bahwa Asia Tenggara tidak lagi hanya menjadi pasar bagi pertumbuhan teknologi global, tetapi juga menjadi bagian dari tempat di mana arah industrinya mulai dibentuk.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.indonesiablockchainweek.com atau ikuti media sosial Indonesia Blockchain Week.
Press Release ini juga tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

