Didukung oleh pemerintah Singapura, paviliun Singapura akan menjadi daya tarik utama di area pameran, dengan sekitar 20 perusahaan menempati hampir 300 meter persegi ruang pameran.
Pemain utama, Scantruck Singapore, yang memasok suku cadang kendaraan komersial Eropa dan keahlian teknis, bertujuan memperluas jangkauan dan kerja sama melalui partisipasi paviliun ini.
“Yang membuat pasar ini sangat menarik adalah pertumbuhan pesat di sektor-sektor seperti logistik, pertambangan, konstruksi, dan pengembangan infrastruktur, yang terus mendorong permintaan suku cadang aftermarket yang andal serta dukungan layanan,” ujar Ricky Widjajakusuma, General Manager, Scantruck Singapore.
Ia menambahkan: “Automechanika Jakarta membantu menjembatani pemasok internasional dengan pasar lokal, dan kami sangat antusias untuk menjajaki kolaborasi baru di Indonesia.”
Sorotan lain dari pengaruh global ini adalah TriAlliance, yang menawarkan suku cadang aftermarket untuk semua jenis penggerak dan tipe kendaraan, seiring upaya ekspansinya di wilayah dengan potensi luas.
Thorben Schröder, General Manager, TriAlliance, mengatakan tentang keikutsertaan mereka: “Kami melihat potensi kuat di pasar ini melalui kelas menengah yang berkembang, meningkatnya kepemilikan kendaraan, dan lebih banyak kendaraan energi baru yang mendorong permintaan pasar aftermarket yang lebih baik. Automechanika Jakarta mendukung strategi global kami dengan memungkinkan memamerkan produk baru, membangun kemitraan, dan memperluas kehadiran kami.”
Pemimpin dunia lainnya seperti Asuki, Filtration Solution, Launch, Mahle, Mansons, Meiji Sangyo, Schmaco, SKF, TecAlliance, Teikin, TUV Rheinland, dan lainnya akan mempresentasikan komponen dan layanan untuk manufaktur, pemeliharaan, dan ketahanan kendaraan.
Industri otomotif Indonesia mempercepat menuju fase pertumbuhan
Investasi asing dan integrasi mendalam pemasok lokal ke dalam rantai pasok global telah menjaga produksi kendaraan di Indonesia tetap kuat.
Pada tahun 2025, produksi mobil mencapai sekitar 1,15 juta unit, sementara produksi sepeda motor mendekati 7 juta unit, mengukuhkan status Indonesia sebagai basis manufaktur terbesar di Asia Tenggara.
Daya saing ini diperkuat oleh pengiriman kendaraan CBU yang melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 518.000 unit.
Sektor aftermarket juga siap untuk berkembang, dengan perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,2 persen antara tahun 2024 dan 2030, didorong oleh peningkatan kepemilikan mobil dan bertambahnya usia armada kendaraan.
Kesadaran konsumen yang semakin tinggi terhadap keselamatan turut memperkuat permintaan akan layanan perbaikan dan pemeliharaan, membuka peluang menguntungkan bagi bisnis di sektor aftermarket.
Pertumbuhan EV Menggerakkan Masa Depan Jalan Indonesia
Tampilkan Semua
