JAKARTA, CILACAP.INFO – Beberapa tahun lalu, sukses sering identik dengan hidup serba cepat. Karier harus terus naik, penghasilan harus semakin besar, dan gaya hidup ikut meningkat.
Namun belakangan, banyak anak muda mulai punya definisi berbeda soal kehidupan ideal. Muncul tren yang semakin sering dibicarakan: slow living.
Di media sosial, istilah ini sering muncul lewat konten tentang hidup lebih tenang, mengurangi distraksi, bekerja lebih seimbang, sampai pindah ke kota yang biaya hidupnya lebih rendah.
Bagi sebagian orang, slow living bukan lagi sekadar estetika internet atau gaya hidup ala video Pinterest. Ada perubahan cara pandang soal uang, pekerjaan, dan kualitas hidup.
Apalagi setelah pandemi dan kondisi ekonomi yang terus berubah, banyak orang mulai mempertanyakan pola hidup yang terlalu cepat dan melelahkan.
Slow Living Bukan Berarti Malas Bekerja
Slow living sering disalahartikan sebagai hidup santai tanpa ambisi. Padahal, banyak orang justru tetap bekerja, mengejar karier, dan membangun penghasilan. Bedanya, mereka mulai lebih selektif menentukan prioritas.
Sebagian orang mulai memilih:
– Pekerjaan yang lebih fleksibel
– Work life balance
– Waktu istirahat yang cukup
– Pengeluaran yang lebih sadar
– Target hidup yang terasa realistis
Karena itu, tujuan finansial sekarang mulai bergeser. Dulu banyak orang fokus mengejar barang atau status tertentu. Sekarang, banyak yang mulai mengejar “ketenangan”.
Biaya Hidup yang Naik Ikut Mengubah Cara Orang Melihat Uang
Kenaikan biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir ikut memengaruhi cara orang mengatur keuangan. Harga makanan, transportasi, hiburan, hingga biaya tempat tinggal terasa semakin mahal.
Di sisi lain, media sosial juga membuat gaya hidup konsumtif semakin mudah memengaruhi banyak orang. Tren nongkrong, traveling, belanja online, sampai fear of missing out atau FOMO sering membuat pengeluaran terasa bocor tanpa sadar.
Karena itu, sebagian orang mulai mencoba hidup lebih sederhana supaya kondisi finansial terasa lebih stabil.
Contohnya:
– Mengurangi nongkrong berlebihan
– Memasak sendiri
– Pindah ke tempat tinggal yang lebih terjangkau
– Membatasi belanja impulsif
– Mulai menyusun anggaran bulanan
– Langkah seperti ini mulai dianggap bagian dari self care finansial.
Anak Muda Mulai Memikirkan Dana Darurat dan Masa Depan
Kalau dulu banyak orang baru memikirkan tabungan setelah usia lebih matang, sekarang kesadaran finansial mulai muncul lebih cepat.
Banyak pekerja muda mulai:
Tampilkan Semua
