Pengoperasian dua rangkaian baru ini turut meningkatkan kapasitas angkut KAI Logistik hingga 29.700 ton per bulan sekaligus mempertegas peran moda kereta api sebagai alternatif distribusi yang lebih berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengalihan beban logistik dari jalan raya ke moda berbasis rel yang memiliki tingkat emisi lebih rendah.
Sebagai bagian dari implementasi logistik hijau, KAI Logistik juga memberikan informasi jejak karbon (carbon footprint) pada invoice pelanggan, sehingga pelaku usaha dapat mengetahui estimasi emisi yang dihasilkan dari aktivitas distribusinya.
Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan layanan guna menjawab kebutuhan pelanggan serta mendukung ekosistem logistik nasional yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.


