Melalui pendekatan yang terintegrasi, Krakatau Steel Group berupaya menciptakan ekosistem industri baja yang efisien, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar nasional maupun global. Kesiapan rantai pasok yang didukung oleh infrastruktur dermaga menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong keberhasilan program hilirisasi.
Ke depan, Krakatau Steel Group optimistis bahwa penguatan peran Krakatau Bandar Samudera dalam sistem logistik akan semakin mempercepat implementasi program hilirisasi. Dengan rantai pasok yang semakin andal dan terintegrasi, Perseroan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri baja global.
Selanjutnya Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menyatakaan, “ Di balik kokohnya setiap lembar baja yang kami tempuh, terdapat denyut nadi logistik yang tak pernah terhenti. KIP bukan sekadar anak usaha; KIP adalah perpanjangan tangan kami dalam menyentuh cakrawala. Sinergi ini adalah sebuah simfoni antara kekuatan industri dan ketangkasan maritim, di mana setiap arus yang mengalir di dermaga adalah napas yang menghidupkan visi besar Krakatau Steel Group untuk kedaulatan industri nasional’.
Sehubungan visi masa depan yang berkelanjutan, Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menegaskan kembali,” “Kita tidak hanya sedang menulis laporan tahunan, kita sedang mengukir jejak sejarah di atas hamparan biru laut Cilegon. Inovasi yang diusung oleh KIP adalah manifestasi dari filosofi kami yaitu tumbuh dengan kearifan, bergerak dengan teknologi. Dukungan Krakatau Steel Group terhadap kemandirian logistik KIP adalah janji kami kepada generasi mendatang, bahwa industri nasional akan terus berlayar menuju ufuk keberhasilan dengan layar yang terkembang dan tekad yang sekeras baja”.
Tampilkan Semua
