Di sela kesibukannya sebagai siswi kelas 2 SMP di Global Indonesia School, Serang, remaja bernama lengkap Majika Eva Luna ini resmi memantapkan langkah di belantika musik tanah air. Lahir dari keluarga pecinta musik, Machika yang menyukai musik K-Pop dan penyanyi Nadin Amizah) dalam bernyanyi.
Lagu yang di nyanyikannya merupakan buah karya dari sutradara sekaligus penulis lagu Aditya Gumay. Dengan misi menangkap memori mendalam tentang cinta pertama, liriknya sengaja diracik agar terasa dekat dengan kehidupan Gen Z yang penuh rasa gugup sekaligus manis.
“Ini tentang pengalaman pertama jatuh cinta. Aku yakin banyak teman-teman sebayaku yang bisa relate,” ungkap Machika, yang dari kecil suka dunia entertain, dance, nyanyi, renang dan basket.
Eksplorasi Kilat di Tengah Tugas Sekolah
Proses produksi single ini terbilang sangat ekspresif dan singkat. Di tengah jadwal sekolah yang padat, rekaman vokal diselesaikan hanya dalam waktu satu bulan sebelum jadwal rilis . Tak berhenti di situ, pembuatan video klip yang mengambil lokasi di kawasan Echo Park, Tebet pun rampung hanya dalam waktu dua hari.
Meski saat ini “Kupu Lucuku” masih dalam tahap distribusi ke berbagai platform digital, antusiasme penonton yang menyaksikannya secara langsung sudah mulai terlihat. Bagi Machika, debut ini bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan bukti nyata komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier profesional.
Model Dalam Video Klip adalah Raden Rakha Daniswara Putra Permana, aktor dan model remaja asal Bogor kelahiran tahun 2007 yang populer sebagai Rahsya di sinetron Magic 5.
Ia mengawali karier akting melalui sinetron Panggilan (2022), Rakha dikenal dengan keahlian karate dan bakat aktingnya yang memukau. Berperan sebagai Rahsya, karakter protagonis dengan kekuatan fisik yang besar.
ADITYA GUMAY PROJECT
Ekspansi ke Musik Akustik merupakan inisiatif yang digagas oleh Aditya Gumay sebagai wadah eksplorasi talenta muda. Proyek ini mengusung konsep kolektif kreatif dengan pendekatan vokal, ekspresi, dan storytelling dalam format akustik yang intim, jujur, dan minim distraksi produksi. Tak hanya di dunia film dan teater, Aditya Gumay juga mengembangkan pendekatan musikal melalui pembentukan Aditya Gumay Project, sebuah format grup musik akustik yang menjadi wadah eksplorasi bagi talenta muda binaannya.
Konsep grup ini berangkat dari filosofi pembinaan yang selama ini ia terapkan: menggabungkan latihan vokal, ekspresi, dan storytelling dalam format musik yang lebih intim yakni akustik. Model pembentukan grup seperti ini bukan hal baru dalam ekosistem Sanggar Ananda. Sebelumnya, Aditya juga membentuk grup vokal seperti Ananda Voice, yang lahir dari proses pembinaan dan pengembangan bakat secara kolektif sebelum masuk ke industri rekaman.
Tampilkan Semua

