Selama kamu masih bekerja dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, saldo JHT akan terus bertambah. Nantinya, dana ini bisa kamu ambil saat pensiun, berhenti kerja, atau memenuhi syarat tertentu.
Dengan kata lain, JHT ini kayak tabungan pribadi yang tumbuh seiring waktu, bedanya, ini dikelola secara resmi dan aman oleh lembaga pemerintah.
Manfaat JHT yang Sering Diremehkan
Banyak yang nganggep JHT cuma tabungan masa tua, padahal manfaatnya bisa kamu rasakan dalam berbagai situasi:
Sebagai dana cadangan saat berhenti kerja
Kalau kamu berhenti kerja atau sedang transisi ke tempat baru, JHT bisa jadi penyelamat. Dana ini bisa dicairkan sebagian setelah masa tunggu tertentu, jadi kamu punya pegangan finansial tanpa harus panik.
Tabungan stabil untuk masa pensiun
Setelah pensiun, JHT bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup harian. Kamu nggak perlu khawatir kehilangan penghasilan sepenuhnya karena saldo yang dikumpulkan selama bekerja bisa jadi penopang.
Bentuk perlindungan untuk keluarga
Jika peserta meninggal dunia, saldo JHT bisa diwariskan ke ahli waris. Jadi, manfaatnya tetap berlanjut dan bisa membantu keluarga yang ditinggalkan.
Kapan dan Bagaimana JHT Bisa Dicairkan
Kamu bisa mencairkan saldo JHT dalam beberapa kondisi, di antaranya:
Sudah pensiun atau berusia minimal 56 tahun
Berhenti bekerja dan tidak lagi menjadi peserta BPJS
Pindah ke luar negeri secara permanen
Mengundurkan diri dari pekerjaan (dengan masa tunggu tertentu sebelum pencairan)
Kabar baiknya, sekarang proses pencairan nggak ribet lagi. Kamu bisa urus semuanya secara online lewat aplikasi BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus antre panjang di kantor cabang.
Kenapa Penting Buat Karyawan Generasi Sekarang
Generasi sekarang cenderung lebih melek finansial. Banyak yang mulai belajar investasi, punya side hustle, atau nabung di reksa dana. Tapi di tengah semangat itu, jangan lupakan fondasi penting seperti JHT.
Tampilkan Semua

