Siloam Gelar Simposium Uro-Nephro 360 di Balikpapan Untuk Perkuat Kompetensi Penanganan Ginjal di Indonesia

RS Siloam
RS Siloam

Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K) menyampaikan bahwa perkembangan teknik bedah urologi, khususnya dalam bidang rekonstruksi, terus mengalami kemajuan signifikan. “Perkembangan minimal invasive surgery dalam rekonstruksi urologi merupakan terobosan

penting yang memungkinkan tindakan dilakukan dengan tingkat trauma yang lebih rendah. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi nyeri pascaoperasi dan mempercepat pemulihan pasien, tetapi juga memberikan hasil fungsional yang optimal dengan tingkat keberhasilan yang tetap tinggi,” ujarnya dalam sesi bertajuk Perkembangan Minimal Invasif Surgery di Bidang Rekonstruksi Urologi.

“Pencegahan batu saluran kemih berulang memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis evaluasi metabolik. Melalui pemeriksaan 24-hour urine, kita dapat mengidentifikasi faktor risiko spesifik pada setiap pasien sehingga strategi pencegahan dapat dilakukan secara lebih personal dan tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka kekambuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien secara jangka panjang,” ujar dr. Jeremia Immanuel Siregar, Sp.PD, Subsp.G.H. (K), FINASIM.

“Dalam praktik sehari-hari, kasus urologi emergensi seperti urosepsis obstruktif, retensi urin, hematuria masif, hingga trauma urogenital menuntut respons yang cepat sekaligus keputusan klinis yang presisi. Ketepatan dalam menentukan kapan melakukan dekompresi, intervensi bedah, atau perawatan intensif di ICU menjadi faktor kunci dalam menyelamatkan fungsi organ bahkan nyawa pasien. Karena itu, pemahaman terhadap time-critical decision dan alur penanganan di IGD menjadi sangat esensial untuk meningkatkan luaran klinis,” jelas dr. Indra Yudha Pramono, Sp.U., FICS.

Sementara itu, dr. Harris Oetama, Sp.U., FICS, AIFO-K menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh dalam penanganan batu saluran kemih. “Penatalaksanaan tidak berhenti pada fase akut, tetapi harus berlanjut hingga pasien mencapai kondisi stone-free. Pemilihan terapi—baik ESWL, URS/RIRS, maupun PCNL—perlu disesuaikan secara individual berdasarkan kondisi klinis pasien agar memberikan hasil yang optimal sekaligus meminimalkan risiko komplikasi,” ungkapnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait