Diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak tahun 2020, program PFpreneur telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai jenis usaha, baik kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis untuk naik kelas menjadi wirausahawati yang tangguh, mandiri, kreatif dan berdaya saing.
Dampak pembinaan PFpreneur dialami oleh Rifera, UMKM asal Sumatera Selatan yang menghadirkan produk eco-fashion seperti handbag, tas, dan aksesoris berbahan kulit kayu serta serat alami. Berawal dari usaha rumahan, kini Rifera menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sukses mencuri perhatian dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026, awal April lalu.
PFpreneur juga berperan dalam perjalanan Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Memulai perjalanannya sebagai champion PFpreneur pada 2020 dengan produk olahan pisang sederhana tanpa pewarna dan pengawet, Sofyani kemudian meraih Champion Go Global UMK Academy, tampil di Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan buyer internasional dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.
“PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah ekosistem yang kami rancang agar setiap perempuan pelaku usaha di Indonesia, dari mana pun asalnya, bisa mandiri, menginspirasi, dan menghidupi orang lain lewat wirausaha yang mereka jalankan layaknya semangat Kartini. Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia,” tutup President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.
Program PFpreneur mendukung implementasi Asta Cita pemerintah poin ketiga berkaitan dengan mendorong kewirausahaan, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Pilar 5 Kesetaraan Gender dan Pilar 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

