JAKARTA, CILACAP.INFO – Pasar forex dikenal sebagai pasar finansial terbesar dan paling cair di dunia dengan volume transaksi harian yang mencapai triliunan dolar.
Namun, likuiditas ini tidak tersebar secara merata di seluruh pasangan mata uang yang tersedia. Likuiditas dalam forex mencerminkan seberapa mudah sebuah aset dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.
Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi negara asal mata uang tersebut, volume perdagangan internasional, serta aktivitas bank sentral dan institusi keuangan besar.
Memahami mengapa beberapa pasangan mata uang lebih dominan daripada yang lain sangat penting bagi trader untuk menghindari risiko volatilitas yang ekstrem dan biaya transaksi yang tinggi.
Mata Uang yang Paling Banyak Diperdagangkan Trader Dunia
Dominasi dalam pasar forex dipegang oleh apa yang sering disebut sebagai pasangan mata uang utama atau majors. Mata uang yang paling banyak diperdagangkan trader dunia adalah Dolar AS (USD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), dan Pound Sterling (GBP).
Dolar AS menempati posisi puncak karena statusnya sebagai mata uang cadangan dunia dan penggunaannya dalam mayoritas transaksi komoditas global. Pasangan seperti EUR/USD menjadi yang paling likuid karena mewakili dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, sehingga menciptakan aliran transaksi yang konstan selama 24 jam.
Tingginya volume perdagangan pada mata uang utama ini memberikan keuntungan berupa spread yang sangat tipis dan eksekusi order yang hampir instan.
Sebaliknya, mata uang dari negara berkembang atau pasangan eksotis cenderung memiliki likuiditas rendah karena volume partisipan pasar yang terbatas, yang sering kali mengakibatkan biaya transaksi menjadi lebih mahal.
Dengan fokus pada instrumen yang memiliki likuiditas tinggi, trader dapat menjalankan strategi dengan lebih presisi dan memitigasi risiko slippage.
