Asumsi: Fortuner diesel, 2.000 km/bulan, konsumsi 10 km/liter → kebutuhan 200 liter/bulan. Efek penghematan 25% Oilos → konsumsi turun ke 150 liter.
Sebagai informasi, BBM bersubsidi (seperti Pertalite dan Biosolar) memang membantu secara ekonomi, namun memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai jika digunakan pada mesin kompresi tinggi:
● Penumpukan Karbon: Pembakaran yang tidak sempurna meninggalkan sisa kerak di piston dan katup.
● Gejala “Ngelitik” (Knocking): Ledakan bensin yang tidak tepat waktu membuat mesin bergetar dan cepat panas.
● Penurunan Performa: Tarikan terasa berat dan konsumsi BBM justru jadi lebih boros karena mesin bekerja ekstra keras.
Produk aditif organik yang ramah bagi mesin seperti Oilos membantu permasalahan BBM bersubsidi di Indonesia. Produk ini merupakan “suplemen multivitamin” bagi mesin yang sudah diuji di Lemigas secara ilmiah. Produk ini sudah bisa dibeli di beberapa marketplace online di Indonesia.
Ramai beredar di media sosial, beberapa pengguna SUV modern trend-nya mulai beralih memanfaatkan produk ini. Seperti akun @jarvisjournal yang didapati melakukan review produk saat berada di tol Trans Jawa. Akun ini menjelaskan bahwa selain BBM mobilnya lebih hemat, tarikan mesin juga lebih kencang saat berada di jalur lurus.
Berdasar pengamatan kami, Biosolar dengan perlakuan yang benar adalah sebuah keputusan finansial yang cerdas di era kenaikan harga minyak dunia. Produk lokal berbasis organik ini membuat mesin tetap terlindungi, injektor tetap bersih, dan dompet pun jauh lebih sehat. Info selengkapnya bisa diakses di www.oilos.id
Press Release ini juga tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

