Beberapa individu dan kondisi memerlukan protokol klinis sebelum melakukan prosedur bedah plastik, rekonstruksi dan estetik. Contohnya, pasien dengan hipertensi atau pasien berusia lanjut tetap bisa melakukan prosedur bedah plastik dengan mengikuti standar pre-ops dan post-ops yang lengkap dari berbagai dokter spesialis, seperti spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis gizi, spesialis anastesi, dan spesialis kulit dan lainnya. Pasien dengan penyakit jantung atau diabetes yang membutuhkan operasi estetika fungsional, seperti mengangkat kelopak mata yang menurun karena penuaan hingga mengganggu penglihatan juga dapat dilakukan. Dengan dukungan tim multidisiplin, prosedur dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.
Dokter spesialis bedah plastik, rekonstruksi dan estetik di Siloam Hospitals TB Simatupang, Dr Amira Danila, Sp.B.P.R.E mengatakan, “Kami tim Aesthetic & Scar Center Siloam Hospitals TB Simatupang menghadirkan layanan bedah plastik dengan teknik-teknik terbaru yang dikembangkan bersama ahli bedah plastik dari Korea Selatan. Pada area bedah plastik dan rekonstruksi, kami menangani prosedur Lower Blepharoplasty yaitu prosedur mengurangi kantung mata, kulit kendur dan garis halus di area bawah mata dengan teknik fat repositioning dan Upper Blepharoplasty yaitu prosedur untuk bedah kelompak mata atas untuk mempertegas lipatan mata, memperbaiki kulit yang menurun, dan membantu menciptakan tampilan mata yang lebih terbuka, segar, tidak mengantuk dan proporsional. Prosedur biasanya dilakukan dalam waktu singkat dan beberapa kondisi, pasien tidak harus menginap di RS setelah prosedur. Dengan teknik pengembangan dari Korea Selatan ini, masa pemulihan menjadi lebih cepat dan hasilnya sangat alami.”
Lebih lanjut dr Amira mengatakan, “Beberapa kondisi kulit yang sering dialami namun belum banyak orang yang merasa perlu melakukan koreksi adalah keloid dan parut hipertrofik. Keloid adalah pertumbuhan bekas luka yang berlebihan dan abnormal dan memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Selain itu, kondisi parut hipertrofik, yaitu jaringan parut yang tumbuh berlebihan tetapi tidak melebihi batas luka aslinya juga banyak dialami. Jika tidak dilakukan koreksi, kondisi ini dapat mengganggu aktvitias/penampilan, kenyamanan dan memengaruhi kepercayaa diri seseorang.”


