Ia juga menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut adanya inovasi dan modernisasi industri.
“Kolaborasi ini menjadi kunci menghadapi tekanan biaya energi, disrupsi rantai pasok, serta kebutuhan akan mesin hemat energi dan berteknologi tinggi. Kemitraan strategis akan menjadi fondasi pertumbuhan industri tekstil masa depan,” tambahnya.
Dorongan Modernisasi dan Efisiensi Industri Nasional
Dari sisi Indonesia, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, melihat kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan produktivitas industri tekstil nasional melalui adopsi teknologi baru.
“Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerja sama ini untuk saling belajar dan berkolaborasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan India dalam industri permesinan tekstil menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendorong efisiensi dan produktivitas.
“India saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil, sehingga produktivitasnya tinggi. Kami berharap anggota API dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri,” ujarnya.
Selain itu, Jemmy juga menegaskan bahwa pelaku industri tekstil Indonesia tengah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk efisiensi energi dan transformasi teknologi sebagai respons terhadap dinamika global.
Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Tenaga Kerja
Meski transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak, forum ini juga menekankan pentingnya menjaga karakter industri tekstil sebagai sektor padat karya.
Jemmy menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan lapangan kerja.
“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” tegasnya.
Ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dalam proses transformasi industri.
“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja juga tetap menjadi prioritas. Transformasi harus berjalan seimbang,” tambahnya.
Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global
Tampilkan Semua

