Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR

Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz
Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz

JAKARTA, CILACAP.INFO – Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang memblokir jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz. Bersamaan dengan ini, platform berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) seperti Bittime,  mencatatkan volume perdagangan $USDT/IDR yang terpantau naik hingga 45%.

Dikutip dari CNBC International, kebijakan blokade yang dimulai sejak awal pekan ini telah memicu gangguan besar pada pasokan energi global, terutama bagi negara importir minyak raksasa seperti India dan China. Kegagalan negosiasi damai ini mengakibatkan rute vital yang memasok 20% minyak dunia menjadi lumpuh, memicu kekhawatiran akan inflasi global dan melemahnya ekonomi di berbagai negara.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan optimis dalam wawancara nya dengan Fox Business. Ia menyampaikan bahwa konflik Amerika-Iran ini “hampir berakhir” seiring dengan adanya upaya negosiasi baru, meskipun blokade militer masih terus berlangsung untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan permanen.

Di tengah gejolak kondisi ekonomi global saat ini, banyak investor Investor yang semakin berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil.

Salah satu aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah Tether ($USDT). Di mana, $USDT yang memiliki likuiditas harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (USD), sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil.

Selain itu, aset kripto $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version