JAKARTA, CILACAP.INFO – FLOQ turut berpartisipasi dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto 2026, inisiatif dari Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi blockchain dan aset kripto.
Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menegaskan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri kripto di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi industri, edukasi, dan inovasi yang bertanggung jawab. Acara ini mempertemukan regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas masa depan ekosistem aset digital di Indonesia, yang kini telah melampaui 21 juta pengguna.
Platform aset digital FLOQ turut berpartisipasi dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto 2026, sebuah inisiatif yang diselenggarakan oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai teknologi blockchain dan aset kripto di Indonesia.
Kegiatan ini mempertemukan regulator, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem aset digital untuk membahas perkembangan industri sekaligus pentingnya edukasi publik dalam mendukung pertumbuhan pasar yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian acara tersebut, Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, turut menjadi pembicara dalam sesi panel bertajuk “Integrasi Inovasi Blockchain dan Kripto: Mendorong Transformasi Ekosistem Digital yang Inklusif”
Diskusi panel tersebut menghadirkan sejumlah tokoh industri dan regulator, antara lain Lukas Lauw, Director CFX (Indonesia Crypto Futures Exchange), Riadi Zulfan, Kepala Divisi Pengawasan Produk dan Aktivitas Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Alby Matthew, investor. Diskusi dipandu oleh Lona Olivia dari Investor Trust, jurnalis ekonomi yang telah meraih berbagai penghargaan.
Dalam diskusi tersebut, para panelis menyoroti berbagai isu strategis yang akan mempengaruhi masa depan industri aset digital di Indonesia, termasuk pentingnya menjaga aktivitas perdagangan dan inovasi tetap berkembang di dalam negeri, menciptakan persaingan yang sehat antara platform domestik dan global, serta memperkuat perlindungan pengguna dan integritas pasar.
Yudhono Rawis menyampaikan optimisme terhadap potensi Indonesia dalam industri aset digital regional.
“Hari ini kita merayakan apa yang telah dicapai saat ini sekaligus antusiasme terhadap masa depan. Saya berharap Indonesia dapat menjadi hub kripto, dimulai dari kawasan Asia Tenggara. Kita memiliki peluang yang sangat besar di depan, dan untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan dukungan dari seluruh pelaku industri serta ekosistem yang lebih luas,” ujar Yudhono Rawis.
Industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna aset kripto di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 21 juta pengguna, menjadikannya salah satu pasar aset digital terbesar di kawasan.
Tampilkan Semua

