Pengujian ketahanan warna menggabungkan uji akselerasi laboratorium dan pengukuran warna kuantitatif sehingga hasilnya dapat dibandingkan antar material secara objektif. Metode yang sering digunakan meliputi uji Xenon arc sesuai ASTM G155 dan ISO 4892-2 untuk mensimulasikan spektrum cahaya matahari lengkap serta uji QUV fluorescent sesuai ASTM G154 untuk mempercepat degradasi akibat UV. Protokol pengujian umumnya menjalankan siklus 250 500 dan 1000 jam dengan pengukuran berkala untuk melihat laju perubahan warna. Evaluasi hasil dilakukan dengan spektrofotometer untuk mendapatkan nilai Delta E sebelum dan setelah paparan. Untuk aplikasi signage outdoor nilai Delta E kurang dari 3 dianggap sangat baik sementara nilai antara 3 sampai 5 masih dapat diterima tergantung jarak pandang dan tujuan kampanye. Selain perubahan Delta E penting juga mengukur perbedaan kilau atau gloss dan menggunakan skala abu abu 5 tingkat menurut ISO 105-A02 untuk menilai perubahan visual yang dirasakan mata manusia. Untuk material tekstil dye sublimation uji ISO 105 B02 memberikan patokan ketahanan warna terhadap cahaya. Di samping standar ISO dan ASTM sertifikasi material dapat menyertakan Oeko-Tex untuk keamanan bahan tekstil dan EN 13501 atau standar nasional untuk kelas tahan api saat banner dipasang di area publik. Laporan pengujian yang valid wajib mencantumkan kondisi pengujian irradiance suhu kelembapan dan siklus kondensasi serta foto sampel sebelum dan sesudah uji agar hasil mudah diverifikasi oleh tim pemasangan. Praktik terbaik adalah meminta sertifikat uji dari laboratorium independen yang terakreditasi dan menyertakan rekomendasi spesifik untuk kombinasi bahan tinta dan finishing sehingga spesifikasi produksi dapat disesuaikan dengan ekspektasi umur warna di lokasi pemasangan.
Perawatan, pemasangan, dan garansi untuk memperpanjang umur warna
Tampilkan Semua

