Selain itu, AS relatif lebih terlindungi dari gangguan pasokan global karena memiliki produksi domestik yang besar.
2. Rusia
Rusia adalah salah satu eksportir minyak dan gas terbesar di dunia. Kenaikan harga minyak secara langsung meningkatkan pendapatan negara dari ekspor energi.Bahkan dalam kondisi sanksi, Rusia tetap dapat memperoleh keuntungan ketika harga minyak global naik karena permintaan energi tetap tinggi.Hal ini menjadikan Rusia salah satu negara yang diuntungkan dalam situasi krisis energi global.
3. Kanada
Kanada juga merupakan produsen minyak besar, terutama dari oil sands. Negara ini termasuk yang diuntungkan saat harga minyak naik karena memiliki cadangan energi yang besar dan stabil.Sebagai negara yang tidak berada di zona konflik utama, Kanada dapat memanfaatkan kenaikan harga tanpa risiko gangguan produksi.
4. Norwegia
Norwegia dikenal sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di Eropa. Kenaikan harga minyak memberikan dampak positif terhadap pendapatan negara serta surplus anggaran.Dengan pengelolaan energi yang baik, Norwegia mampu memanfaatkan momentum harga tinggi untuk memperkuat ekonomi domestik.
5. Nigeria
Nigeria merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. Dalam kondisi krisis energi global, negara ini berpotensi menarik investasi dan meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar global.Bahkan, Nigeria disebut sebagai alternatif sumber energi untuk membantu diversifikasi pasokan global saat terjadi gangguan di Timur Tengah.
6. Negara Timur Tengah (Non-Konflik)
Tampilkan Semua