Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia
Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

Digitalisasi Pariwisata

Thampy Koshy, Technical Advisor Kementerian Pariwisata India, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, wisatawan saat ini masih menghadapi kesulitan karena harus menggunakan banyak platform berbeda untuk merencanakan perjalanan.

“Saat ini wisatawan harus membuka banyak aplikasi atau platform yang berbeda, dan sering kali tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan menjadi rumit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan sistem digital terpadu yang memungkinkan wisatawan merencanakan seluruh perjalanan dalam satu platform.

“Seorang wisatawan seharusnya bisa membuka satu aplikasi, memilih berbagai opsi perjalanan, menyusun paket perjalanan, dan cukup menekan satu tombol untuk memesan semuanya,” kata Koshy.

Strategi Menarik Wisatawan Indonesia ke India

Panel pertama bertajuk “Incredible India: Opportunities for Collaborations in the Tourism Sector” dimoderatori oleh Duta Besar Sandeep Chakravorty.

Panel ini menghadirkan Arie Prasetyo, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Indonesia; Pauline Suharno, President ASTINDO; Atul Gogna dari BCG Consultancy; Amit Kumar dari Shashi Travels & Tours; Ankit Kumar dari Magadh Travels & Tours; serta Hendro Tan, Country Head OYO Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, konektivitas penerbangan disebut sebagai faktor utama dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara.

“Aturan paling dasar dalam pariwisata adalah konektivitas udara. Ketika jumlah penerbangan meningkat, jumlah wisatawan juga akan meningkat secara langsung,” ujar Atul Gogna.

Ia juga menilai promosi pariwisata perlu difokuskan pada destinasi tertentu terlebih dahulu agar lebih efektif.

“Jangan mencoba mempromosikan seluruh India sekaligus. Pilih satu atau dua destinasi utama, seperti Agra atau Kashi, lalu promosikan secara kuat,” katanya.

Sementara itu, Pauline Suharno menekankan bahwa promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten agar dapat membangun minat pasar.

“Promosi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Untuk membangun permintaan pasar biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan Indonesia setelah pandemi.

“Wisatawan Indonesia kini lebih sering melakukan perjalanan keluarga lintas generasi, membawa kakek-nenek, orang tua, hingga anak-anak dalam satu perjalanan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi pengembangan medical tourism ke India yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“India memiliki teknologi medis yang maju dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, namun masih ada kekhawatiran wisatawan mengenai aspek kebersihan dan keamanan,” ujar Ankit Kumar.

Potensi Destinasi Indonesia bagi Wisatawan India

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait