BALI, CILACAP.INFO – Telkom AI Center of Excellence Bali (Telkom AI Center Bali) kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong inklusivitas teknologi melalui webinar AI Connect Series bertajuk “Women in AI: Mastering Content Creation Skills for Future-Ready Career” yang digelar secara daring pada Jumat (14/2). Acara ini menjadi wadah edukasi strategis bagi perempuan muda untuk mengambil peran sentral dalam industri kreatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Menjawab Tantangan Industri dan Adaptabilitas
Sesi pertama dibuka oleh Retno Pratiwi, seorang praktisi HR profesional. Dalam paparannya mengenai “Kebutuhan Industri & Kompetensi Talenta”, Retno menekankan bahwa standar rekrutmen saat ini telah bergeser.
“Industri tidak lagi sekadar mencari kandidat dengan keunggulan akademis, melainkan talenta yang adaptif, solutif, dan memiliki growth mindset yang kuat,” ujar Retno.
Ia menggarisbawahi tiga pilar kompetensi utama bagi perempuan di era digital, yakni attitude dan mindset sebagai fondasi untuk terus berkembang, soft skills seperti komunikasi efektif dan berpikir kritis, serta hard skills berupa kecakapan digital dan pemahaman mendalam terhadap sistem kerja industri.
AI sebagai ‘Thinking Partner’ Kreativitas
Melengkapi perspektif teknis, Rachel Septiana, seorang Social Media Manager, membawa peserta mendalami sisi praktis dalam materi “AI Content Creation: From Idea to Execution”. Rachel membedah bagaimana AI dapat diposisikan sebagai rekan berpikir (thinking partner) untuk mendongkrak produktivitas.
Peserta diajak mempraktikkan langsung formula prompt efektif dan penyusunan content planner berbasis AI. “Konten terbaik lahir dari kolaborasi harmonis antara kreativitas manusia dan kecepatan teknologi AI,” jelas Rachel di hadapan para peserta.
Komitmen terhadap Inklusivitas Gender
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan mencerminkan tingginya minat perempuan Indonesia untuk menjadikan AI sebagai alat strategis dalam pengembangan karier. Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead AI Connect Bali, menegaskan bahwa teknologi harus menjadi jembatan kesetaraan.
Tampilkan Semua
