JAKARTA, CILACAP.INFO – Kebocoran pada pipa schedule di sistem tekanan tinggi bukan masalah kecil. Dalam instalasi industri seperti air bertekanan, steam, oli, maupun chemical, kegagalan pipa bisa menyebabkan downtime produksi, kerusakan peralatan, hingga risiko keselamatan kerja.
Jika mulai muncul rembesan, penurunan tekanan, atau suara desis pada jalur perpipaan, segera lakukan pengecekan. Berikut tiga hal utama yang harus diperiksa sebelum kerusakan membesar.
1. Apakah Schedule Sudah Sesuai Tekanan Kerja?
Kesalahan paling sering terjadi adalah penggunaan schedule yang tidak sesuai dengan tekanan operasional.
Secara umum:
– Schedule 40 digunakan untuk tekanan menengah
– Schedule 80 untuk tekanan lebih tinggi
– Schedule 160 untuk tekanan berat dan aplikasi industri berat
Semakin tinggi angka schedule, semakin tebal dinding pipa dan semakin besar kemampuannya menahan tekanan. Banyak kasus kebocoran terjadi karena sistem beroperasi di tekanan tinggi tetapi hanya menggunakan Schedule 40. Dalam jangka waktu tertentu, pipa mengalami kelelahan material dan akhirnya bocor.
Pastikan Anda mengetahui:
– Working pressure
– Maximum pressure
– Temperatur fluida
Ketiga faktor ini menentukan schedule yang aman.
2. Periksa Kualitas Material dan Standar Produksi
Tidak semua pipa schedule memiliki kualitas yang sama. Untuk sistem tekanan tinggi, material harus memiliki standar yang jelas seperti ASTM atau setara.
Hal yang perlu diperhatikan:
– Ketebalan aktual sesuai tabel standar
– Tidak ada retak rambut atau cacat permukaan
– Sertifikasi material untuk proyek industri
Pipa dengan toleransi ketebalan yang terlalu tipis sangat berisiko ketika terjadi lonjakan tekanan mendadak. Menggunakan material tanpa spesifikasi jelas mungkin terlihat lebih murah di awal, tetapi berpotensi menimbulkan kerugian besar saat terjadi kegagalan sistem.
3. Cek Sistem Sambungan dan Pengelasan
Titik kebocoran sering kali bukan pada badan pipa, melainkan di area sambungan.
Tampilkan Semua

