JAKARTA, CILACAP.INFO — Di tengah tantangan degradasi kualitas lahan pertanian akibat penggunaan input kimia jangka panjang, pemulihan kesehatan tanah menjadi prasyarat penting bagi tercapainya kedaulatan pangan nasional. Menjawab kebutuhan tersebut, PTPN I, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara mempertegas komitmennya mendukung pertanian berkelanjutan melalui anak usahanya, PT Energi Agro Nusantara (Enero), dengan menghadirkan inovasi pupuk hayati cair (biofertilizer) berbasis ekonomi sirkular.
Produk yang dikenal dengan nama dagang Pupuk Enero ini merupakan terobosan dalam pemanfaatan vinase, produk sampingan dari proses produksi bioetanol yang dipadukan dengan mikroorganisme fungsional. Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi strategis dalam pengelolaan residu industri secara nihil limbah (zero waste), tetapi juga menjawab kebutuhan petani akan tanah yang kembali subur, sehat, dan produktif secara alami.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan bahwa kehadiran Pupuk Enero merupakan bagian dari visi korporasi untuk menciptakan nilai tambah di luar bisnis inti perkebunan.
“PTPN I secara konsisten menggali potensi dari setiap lini proses produksi kami. Kehadiran Pupuk Enero membuktikan bahwa sisa proses industri dapat diolah kembali menjadi nutrisi berharga yang mampu menghidupkan kembali ekosistem mikroba tanah. Ini adalah wujud nyata dukungan PTPN I terhadap program ketahanan pangan nasional yang lebih ramah lingkungan,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Senin (26/1).
Teddy menambahkan bahwa transformasi menuju penggunaan pupuk hayati merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi biaya tanam sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Sejalan dengan regulasi Permentan No. 70 Tahun 2011, PTPN I memposisikan pupuk hayati ini sebagai instrumen kunci untuk memperbaiki kesehatan tanah jangka panjang dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk anorganik yang berlebihan,” jelasnya.
Tampilkan Semua

