Dari sisi komposisi pelanggan, angkutan kontainer didukung oleh beragam sektor industri. Perusahaan forwarding masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 85%, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsolidasi muatan dan distribusi antarkawasan. Sektor FMCG berkontribusi sekitar 11%, yang didorong oleh permintaan distribusi yang stabil dan berkelanjutan. Adapun sektor shipping dan logistik pelayaran memberikan kontribusi sekitar 4%.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, KAI Logistik juga memperkuat komitmen terhadap green logistics melalui berbagai inovasi berkelanjutan. “Komitmen kami terhadap green logistics tidak hanya pada inisiatif pencantuman informasi emisi di invoice pelanggan. Kami telah melangkah lebih jauh dengan penguatan komitmen melalui perhitungan emisi Gas Rumah Kaca Tier 3 dan pelaporan emisi sesuai standar ISO 14083. KAI Logistik menjadi pionir dalam implementasi ini di sektor logistik perkeretaapian,” tegas Fahdel.
Ke depan, KAI Logistik akan terus melakukan berbagai inovasi untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. “Kami berkomitmen untuk terus menambah relasi, meningkatkan kapasitas angkut, serta mengembangkan layanan dan infrastruktur logistik yang berkelanjutan. Langkah ini kami lakukan untuk mendukung kebutuhan pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional yang lebih hijau dan efisien,” tutup Fadhel.
Tentang KAI Logistik
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.


