“Jika logistik terus mengandalkan jalur darat, maka kerusakan jalan akan semakin besar, biaya perawatan meningkat, dan risiko kecelakaan semakin tinggi. Kereta api menjadi solusi transportasi yang sangat strategis,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatera tidak hanya berdampak pada sektor logistik, tetapi juga memiliki efek berganda terhadap pengembangan industri dan pariwisata. Konektivitas antarwilayah yang terintegrasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing Sumatera secara nasional.
“Kereta api bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menyangkut industri, pariwisata, dan berbagai sektor lainnya. Oleh karena itu, kapasitas angkut dan jaringan jalur kereta api harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Bambang Haryo juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatera yang hingga kini masih tersisa sekitar seribu kilometer.
“Pemerintah perlu lebih fokus menyelesaikan sisa pembangunan jalur Trans Sumatera yang masih sekitar seribu kilometer. Jika jaringan ini terhubung secara utuh, manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tegasnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menyambut baik dukungan DPR RI tersebut sebagai bagian dari sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem transportasi perkeretaapian yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing, khususnya di wilayah Sumatera.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Tampilkan Semua

