Aniek menegaskan bahwa pertumbuhan angkutan limbah B3 ini juga menjadi wujud kontribusi nyata KAI Logistik dalam mendukung agenda green logistics nasional. “Selain lebih efisien dan aman, penggunaan kereta api turut membantu menekan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan solusi logistik terintegrasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Layanan angkutan limbah B3 merupakan layanan strategis KAI Logistik yang telah dikembangkan sejak 2018. Dalam pelaksanaannya, perusahaan telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun untuk pengangkutan limbah B3 menggunakan moda kereta api. Saat ini, layanan tersebut melayani rute Kalimas – Nambo sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan limbah industri yang aman dan terintegrasi.
Ke depan, KAI Logistik berupaya mengembangkan layanan melalui berbagai langkah inovasi guna meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional, antara lain melalui pengembangan pada terminal Kalimas dan Nambo di mana ke depannya dapat melakukan aktivitas baik bongkar maupun muat di masing-masing terminal. Selain itu, perusahaan juga membuka peluang pengembangan titik layanan baru untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia jasa logistik limbah B3 yang terpercaya, berizin lengkap, dan berorientasi pada keberlanjutan.


