Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas performa peserta, panitia memberikan sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Best Delegate, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Diplomatic Commendation, dan Best Position Paper.
Founder & CEO Globy, Muflih Dwi Fikri, menyampaikan bahwa pengalaman MUN memiliki dampak strategis bagi masa depan akademik peserta.
“Pengalaman MUN bukan hanya soal simulasi sidang, tetapi juga rekam jejak prestasi. Banyak peserta memanfaatkan sertifikat GM MUN sebagai nilai tambah saat mendaftar ke universitas top dunia, beasiswa, hingga jalur SNBP. Kami ingin membuka akses agar pelajar Indonesia percaya diri bersaing di level global,” ujar Muflih.
Salah satu Juri yang memimpin jalannya sidang, Roy El Badawi, dari Lebanon, mengungkapkan kesan positifnya terhadap atmosfer GM MUN 2026 di Yogyakarta. Ia menyoroti antusiasme para delegasi serta dinamika forum yang terasa hidup sejak hari pertama.
“Coming back to Indonesia fills me with excitement and joy. The energy in the room is incredible, and it’s inspiring to see so many delegates actively engaged. I’m especially curious to see how delegates have grown since October, how they’ve taken feedback, improved, and prepared themselves for new challenges. MUN is not just about debating endlessly, but about staying composed, working as a team, and creating a collaborative environment,” ujar Chair Roy.
Sementara itu, prestasi membanggakan datang dari salah satu delegasi internasional, Maria Marcela Binti Ridwan, delegasi berusia 18 tahun asal Sunway College, Malaysia, yang mewakili negaranya di Human Rights Council – Chamber One. Atas performa dan konsistensinya selama konferensi, Maria berhasil meraih penghargaan Best Delegate.
Dalam pesannya, Maria membagikan pengalaman personalnya kepada sesama peserta, khususnya terkait rasa gugup yang sering dialami delegasi muda di forum berskala besar.
Tampilkan Semua

