Lebih jauh, Global Padel Report 2025 menyebutkan Indonesia mencatat salah satu angka produktivitas lapangan tertinggi secara global. Satu lapangan padel di Indonesia memiliki rata-rata gross merchandise value (GMV) lebih dari €6.000 per bulan atau setara dengan Rp110 juta, di mana angka ini tumbuh sebesar 173% YoY (2023–2024). Ruang pertumbuhannya juga sangat besar, dengan proyeksi Playtomic dan Monitor Deloitte yang memperkirakan jumlah lapangan padel di tahun 2026 akan mencapai sebanyak 85.000 di seluruh dunia atau dua kali lipat jumlah saat ini. Angka ini menunjukkan dua sinyal penting bagi investor dan operator, yaitu demand yang kuat dan sustainable serta efisiensi monetisasi per lapangan yang jauh di atas rata-rata pasar baru.
“Ketika satu lapangan padel dibangun, yang bergerak bukan hanya pemainnya, tetapi ekonomi sekitarnya. Indonesia berada di titik percepatan pertumbuhan olahraga raket. Yang terjadi bukan hanya peningkatan jumlah pemain, tetapi lahirnya industri baru dengan potensi ekonomi yang sangat besar. Kami membangun bukan hanya klub olahraga, tetapi ekosistem olahraga raket terbesar di Indonesia yang menghubungkan coaching, communities, facilities, dan digital platforms,” tambah Dmitry
Didirikan pada 2017 sebagai platform digital untuk menghubungkan komunitas olahraga raket, Liga.Tennis berkembang menjadi salah satu jaringan klub olahraga raket dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Sejak membuka klub fisik pertamanya di Bali pada 2019, Liga.Tennis telah melayani pemain dari berbagai tingkat, termasuk kunjungan Novak Djokovic, petenis dengan rekor 24 gelar tunggal Grand Slam, dalam perjalanannya ke Bali pada tahun yang sama.
Saat ini Liga.Tennis mengoperasikan 6 klub di Bali dan 1 klub di Sumba-Nusa Tenggara Timur dengan 85% tingkat okupansi yang didukung fasilitas lengkap untuk bermain tenis, padel, squash, pickleball, sekolah tenis, hingga community courts yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rekreasional maupun fokus pengembangan keterampilan.
Tampilkan Semua

