Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Daop 4 Semarang Siap Wujudkan Liburan Seru bersama Kereta Api

Daop 4 Semarang Siap Wujudkan Liburan Seru bersama Kereta Api
Daop 4 Semarang Siap Wujudkan Liburan Seru bersama Kereta Api

Salah satunya KAI telah menggencarkan program Management Safety Walkthrough (MSWT), dimana pada program ini melibatkan top manajemen KAI mulai dari Komisaris, Direksi hingga setiap Kepala Daerah yang akan memeriksa tempat kerja dan seluruh lintas operasional kereta api untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan SOP serta protokol kesehatan pada setiap unit kerja dipenuhi.

Selain itu, KAI bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga telah melaksanakan Rampcheck SPM (Standar Pelayanan Minimum) Angkutan Nataru 2025/2026 dengan memeriksa stasiun pelayanan penumpang dan kereta api penumpang di wilayah Daop 4 Semarang.

Selanjutnya Daop 4 Semarang juga telah melakukan kerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang dalam memprakirakan cuaca yang bertujuan untuk mempersiapkan jika terjadi cuaca ekstrim yang akan terjadi di sepanjang lintas operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.

Dalam upaya menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Nataru ini, KAI berkolaborasi dengan berbagai pihak meliputi Kementerian Perhubungan, Balai Besar Wilayah Sungai, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Basarnas, anggota komunitas pecinta kereta api, serta pihak-pihak lainnya.

“Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk turut menyukseskan Angkutan KA Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dengan bantuan dari beberapa pihak tersebut kami harap angkutan Nataru tahun ini dapat terselenggara dengan aman dan menyenangkan,” ujar Kepala Daop 4 Semarang KAI Suharjono.

Kesiapan pada Daerah Pantauan Khusus

KAI Daop 4 Semarang menyiagakan alat material untuk siaga (AMUS) diantaranya bantalan rel, batu balas, karung pasir, rel, gerbong balas hingga Kendaraan Perawatan Jalan Rel (KPJR) di seluruh wilayah operasi seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Blora, hingga Grobogan.

Hal tersebut guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terutama di 20 titik daerah pantauan khusus (dapsus) wilayah Daop 4 Semarang seperti di daerah berpotensi banjir, longsor, dan tanah labil.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait