Di tengah dinamika tersebut, permintaan emas oleh bank-bank sentral masih memberi dukungan jangka panjang. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) diketahui meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, termasuk tambahan 30.000 troy ons pada November. Namun faktor lain seperti imbal hasil obligasi AS yang solid di 4,178% serta penguatan dolar AS menuju 99,26 tetap menjadi penghambat bagi kenaikan emas dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang beragam, emas berpotensi bergerak volatil menjelang keputusan The Fed. Meskipun tekanan jangka pendek masih terlihat, tren bullish yang sempat terbentuk sebelumnya tetap membuka peluang bagi emas untuk kembali menguat apabila nada kebijakan Fed tidak sehawkish yang dikhawatirkan pasar.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua
