Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Syailendra Capital dilakukan untuk memastikan peserta mendapatkan perspektif dari institusi yang kuat dalam analisis riset. “Dengan dukungan Syailendra, forum ini menjadi lebih komprehensif mulai dari makro, sektor, hingga strategi manajemen risiko. Ini membantu investor ritel lebih percaya diri dalam menyusun strategi.”
Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar. R. Hidayat, menilai inisiatif CLC ini memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan literasi serta perkembangan pasar modal yang lebih sehat. “CLC memiliki peran penting dalam membangun budaya investasi yang sehat. Kami senang dapat turut mendukung upaya menghadirkan edukasi berbasis riset dan relevan bagi investor ritel. Investasi yang sehat dimulai dari pemahaman yang tepat, dan kolaborasi seperti ini memperkuat ekosistem pasar modal secara keseluruhan,” ujarnya.
Fajar menambahkan, “Dengan informasi yang tersampaikan secara jelas dan terstruktur, kami berharap lebih banyak investor ritel dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri menghadapi pasar tahun depan.” Forum ini menghadirkan rangkaian sesi edukatif yang membahas outlook pasar saham 2026, potensi sektor unggulan, dinamika ekonomi global dan domestik, hingga strategi menghadapi volatilitas dan risiko pasar. Materi disampaikan oleh berbagai lembaga riset dan institusi profesional, termasuk Danantara Indonesia, Algo Research, dan Revalue Academy. Selain itu, sejumlah emiten seperti BRPT, EMAS, dan SSIA turut serta memberikan perspektif korporasi dalam menghadapi ekonomi tahun depan.
Pada sesi “Past, Present, and Future”, Jos Parengkuan, Founder Syailendra Capital sekaligus figur senior di industri pasar modal, menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan siklus pasar dan dinamika perilaku investor. Ia menegaskan bahwa fase pasar yang penuh optimisme, seperti saat IHSG mencetak all-time high, justru membutuhkan kewaspadaan dan disiplin lebih tinggi.
“Keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi pasar, tetapi oleh bagaimana investor mematuhi prinsip-prinsip dasar yang kuat. Konsistensi strategi dan manajemen risiko adalah kunci untuk bertahan di pasar yang terus berubah,” ujar Jos.
Wawasan yang dibagikan memperkuat pemahaman peserta bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi strategi dan pengelolaan risiko yang matang.
Tampilkan Semua

